Nahas! Petani di Kolaka Utara Terjatuh dari Pohon Cengkih Setinggi 7 Meter
Selasa, 22 November 2022 - 08:20 WIB
loading...
Nahas menimpa seorang petani bernama Ancu (40), warga Desa Lametuna, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, Senin (21/11/2022). Foto iNews
A
A
A
KOLAKA UTARA - Nahas menimpa seorang petani bernama Ancu (40), warga Desa Lametuna, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, Senin (21/11/2022). Ancu jatuh dari pohon cengkih setinggi 7 meter hingga kritis.
Daeng Marolah warga setempat mengatakan, korban bersama keluarganya memetik cengkih di kebunnya yang ada di Desa Mala-Mala. Saat asyik memanen di ketinggian tujuh meter, tangkai tangga yang menjadi pijakan kakinya patah dan korban langsung jatuh.
"Korban sempat diistirahatkan dalam rumah di kebunnya," kata Marolah, Senin (21/11/2022). Baca juga: Gelar UMKM Festival, Pupuk Kaltim Bantu Petani Sulsel Pertahankan sebagai Provinsi Lumbung Padi
Namun, kondisinya semakin parah karena darah terus mengalir dari hidung dan teling. Keluarga kemudian meminta bantuan warga untuk dibawa ke Puskesmas Mala-Mala untuk mendapat perawatan intensif.
Karena mobil ambulans tidak ada, maka warga menggotongnya dengan menggunakan sarung. "Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas," kata Marolah. Baca juga: Dikenal Jago Panjat, Warga Blitar Ditemukan Tewas di Bawah Pohon Kelapa
Daeng Marolah warga setempat mengatakan, korban bersama keluarganya memetik cengkih di kebunnya yang ada di Desa Mala-Mala. Saat asyik memanen di ketinggian tujuh meter, tangkai tangga yang menjadi pijakan kakinya patah dan korban langsung jatuh.
"Korban sempat diistirahatkan dalam rumah di kebunnya," kata Marolah, Senin (21/11/2022). Baca juga: Gelar UMKM Festival, Pupuk Kaltim Bantu Petani Sulsel Pertahankan sebagai Provinsi Lumbung Padi
Namun, kondisinya semakin parah karena darah terus mengalir dari hidung dan teling. Keluarga kemudian meminta bantuan warga untuk dibawa ke Puskesmas Mala-Mala untuk mendapat perawatan intensif.
Karena mobil ambulans tidak ada, maka warga menggotongnya dengan menggunakan sarung. "Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas," kata Marolah. Baca juga: Dikenal Jago Panjat, Warga Blitar Ditemukan Tewas di Bawah Pohon Kelapa
(don)
Lihat Juga :