Bandung Masih Dihantui Masalah Buang Air Besar Sembarangan

Sabtu, 19 November 2022 - 00:45 WIB
loading...
Bandung Masih Dihantui Masalah Buang Air Besar Sembarangan
Sebagai ibu kota Jawa Barat, Kota Bandung masih dihantui permasalahan BABS. Foto/Ilustrasi/Dok
A A A
BANDUNG - Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung ternyata masih dihadapkan pada permasalahan buang air besar sembarangan (BABS) yang dilakukan warganya.

Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Yuntina Erdani menuturkan, dari 27 kabupaten/kota di Jabar, baru enam wilayah yang sudah berstatus bebas BABS.

Keenam wilayah yang masuk dalam kategori bebas BABS tersebut yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, dan Kota Depok.

Baca juga: Tawuran Antar Sekolah, 1 Orang Pelajar Kritis Penuh Luka Bacokan

Terkait Kota Bandung yang belum terbebas dari masalah BABS, Yunita mengungkapkan bahwa Kota Bandung dihadapkan pada persoalan terbatasnya lahan untuk membangun septic tank.

Dia mencontohkan, di kawasan Cihampelas, Kota Bandung, masih banyak warga yang BABS, termasuk membuang limbah ke Sungai Cikapundung.

Meski begitu, upaya perbaikan sudah dilakukan dimana warga kini mulai membangun septic tank di bawah bangunan rumahnya seperti yang dilakukan warga di kawasan Cipedes, Kota Bandung.

"Mereka awalnya biasa BAB ke Sungai Citepus, tapi kini mereka sudah membuat septic tank di bawah kamar atau ruang tamu sekalipun, saluran udaranya dialirkan keluar," kata Yunita dalam kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (18/11/2022).

Ahli Madya Tata Bangunan dan Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar, Lucky Ruswandi meyakinkan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan.

Meskipun masih banyak kabupaten/kota di Jabar yang belum terbebas dari BABS, kata Lucky, namun progress penanganannya terus membaik.

Dia menyebutkan, pada 2018, tercatat 28 persen warga Jabar masih BABS, namun kini tinggal 15 persen. Menurunnya jumlah warga yang masih BABS tersebut dinilainya baik mengingat jumlah penduduk Jabar sangat banyak, sekitar 50 juta jiwa.

Di tempat yang sama, Duta Water.org, Ikke Nurjanah mengungkapkan, saat dirinya masih kecil, dia terpaksa selalu buang air besar di sungai dekat tempat tinggalnya di Pademangan, DKI Jakarta.

Namun, kebiasaan itu tak lagi dilakukan seiring dia beranjak dewasa. Dia pun menyadari kebiasaan itu tidak baik. Oleh karenanya, dirinya konsisten mengajak masyarakat meninggalkan BABS demi pola hidup yang sehat.

"Saya pun akhirnya konsen secara pribadi yang mengompori daerah-daerah untuk bisa memprovokatori supaya sanitasi sehat," katanya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2640 seconds (10.55#12.26)