Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Kriminolog UI Menduga Penganut Apokaliptik
Senin, 14 November 2022 - 16:48 WIB
loading...
Polisi melakukan olah TKP di rumah satu keluarga tewas di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Blok AC5/7, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (13/11/2022). Foto: MPI/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Misteri kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat memunculkan banyak dugaan. Awalnya 4 orang satu keluarga itu tewas diduga kelaparan, kemudian polisi juga menduga mereka meninggal karena keracunan.
Terbaru, Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menduga keluarga tersebut mengikuti aliran khusus seperti apokaliptik. Hal ini menyangkut beberapa temuan polisi yang melihat tidak adanya makanan atau minuman di rumah keluarga tersebut. Bahkan, isi kulkasnya kosong.
Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Satu Keluarga di Kalideres Tewas Keracunan
"Mungkin, keempatnya adalah penganut keyakinan menyimpang tentang hidup setelah mati. Tindakan melaparkan diri adalah bagian untuk mencapai kesempurnaan hidup," ujar Adrianus, Senin (14/11/2022).
Dia menilai temuan kasus ini terbilang jarang di Indonesia. Bahkan, bisa dikatakan temuan baru. Jika teori tersebut benar, maka temuan kasus ini tidak aneh.
"Bagi saya, kasus ini terbilang baru, tapi kalau teori tersebut benar mungkin tidak aneh," tambahnya.
Terbaru, Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menduga keluarga tersebut mengikuti aliran khusus seperti apokaliptik. Hal ini menyangkut beberapa temuan polisi yang melihat tidak adanya makanan atau minuman di rumah keluarga tersebut. Bahkan, isi kulkasnya kosong.
Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Satu Keluarga di Kalideres Tewas Keracunan
"Mungkin, keempatnya adalah penganut keyakinan menyimpang tentang hidup setelah mati. Tindakan melaparkan diri adalah bagian untuk mencapai kesempurnaan hidup," ujar Adrianus, Senin (14/11/2022).
Dia menilai temuan kasus ini terbilang jarang di Indonesia. Bahkan, bisa dikatakan temuan baru. Jika teori tersebut benar, maka temuan kasus ini tidak aneh.
"Bagi saya, kasus ini terbilang baru, tapi kalau teori tersebut benar mungkin tidak aneh," tambahnya.
Lihat Juga :