Korban Pencabulan Pendeta di Surabaya Masih Alami Mimpi Buruk
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, korban sejak 2011 lalu sudah berupaya lari dari kehidupan pendeta. Saat itu, korban berangkat ke Amerika Serikat. Namun, keluarga korban tidak mengetahui bahwa korban dicabuli oleh si pendeta. Sehingga, si pendeta dengan istrinya turut mengantar ke negeri Paman Sam tersebut.
"Peristiwa ini (pencabulan) sangat membuat pihak orang tua korban kecewa. Anaknya yang seharusnya dibimbing dekat dengan Tuhan, malah dicabuli. Penegak hukum harus beri hukuman setimpal," imbuhnya.
(Baca juga: Duh, Ibu Ini Tega Tinggalkan Bayi yang Baru Dilahirkannya )
Diketahui, kasus ini mencuat setelah korban melalui juru bicara keluarga melakukan pelaporan ke SPKT Polda Jatim dengan nomor LPB/ 155/ II/ 2020/ UM/ SPKT, pada Rabu 20 Februari 2020.
Berdasarkan keterangan, korban mengaku telah dicabuli selama 17 tahun. terhitung sejak usianya sembilan tahun hingga saat ini 26 tahun. "Saat ini kondisi korban berangsur pulih. Apalagi dia banyak mendapat support dari masyarakat," tandas Bethania Thenu.
"Peristiwa ini (pencabulan) sangat membuat pihak orang tua korban kecewa. Anaknya yang seharusnya dibimbing dekat dengan Tuhan, malah dicabuli. Penegak hukum harus beri hukuman setimpal," imbuhnya.
(Baca juga: Duh, Ibu Ini Tega Tinggalkan Bayi yang Baru Dilahirkannya )
Diketahui, kasus ini mencuat setelah korban melalui juru bicara keluarga melakukan pelaporan ke SPKT Polda Jatim dengan nomor LPB/ 155/ II/ 2020/ UM/ SPKT, pada Rabu 20 Februari 2020.
Berdasarkan keterangan, korban mengaku telah dicabuli selama 17 tahun. terhitung sejak usianya sembilan tahun hingga saat ini 26 tahun. "Saat ini kondisi korban berangsur pulih. Apalagi dia banyak mendapat support dari masyarakat," tandas Bethania Thenu.
(eyt)
Lihat Juga :