Raden Fatah, Perjuangan Menumbangkan Majapahit dan Mendirikan Kerajaan Islam
Kamis, 10 November 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Pada serangan pertama, Sunan Undang dari Kudus terbunuh. Raden Fatah lalu meminta bantuan pasukan dari Palembang. Pada serangan yang kedua, Raden Fatah berhasil menumbangkan Kerajaan Majapahit.
Baca: Arya Damar, Ahli Mesiu Kerajaan Majapahit Sang Penakluk Kerajaan Bali
Setelah Kerajaan Majapahit hancur, pusat kerajaan dipindahkan ke Demak Bintara. Raden Fatah kemudian bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Raden Fatah juga melakukan perlawanan terhadap Portugis, di Malaka.
Raden Fatah memerintah Kerajaan Demak Bintara dengan sistem teokrasi atau pemerintahan yang berdasarkan agama Islam. Di masa pemerintahannya, Kerajaan Demak Bintara berhasil memperluas wilayah kekuasaannya.
Kerajaan-kerajaan pesisir Jawa, seperti Lasem, Tuban, Sedayu, Gresik, Cirebon, dan Banten, berhasil ditaklukkan.
Dengan takluknya kerajaan-kerjaan pesisir, maka Kerajaan Demak Bintara menjadi kerajaan agraris-maritim. Barang dagangan yang berhasil diekspor pada masa Raden Fatah adalah beras, lilin dan madu.
Baca: Ratu Kalinyamat, Sosok di Balik Ketangguhan Angkatan Laut Kerajaan-kerajaan Nusantara
Barang-barang itu diekspor ke Malaka, Maluku, dan Samudera Pasai. Selain wilayah pesisir Jawa, wilayah-wilayah seperti Palembang, Jambi, dan beberapa kawasan di Kalimantan juga berhasil dikuasai oleh Kerajaan Demak Bintara.
Kerajaan Demak Bintara juga memiliki pelabuhan-pelabuhan penting, seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan dan Gresik yang berkembang menjadi pelabuhan penghubung. Raden Fatah meninggal, pada 1518.
Sumber tulisan:
1. J. Suyuthi Pulungan, Sejarah Peradaban Islam di Indonesia, Amzah, 2022.
2. Ahmad Wahyu Sudrajad, Kisah-kisah Fenomenal Penaklukan Jawa, Anak Hebat Indonesia, 2019.
3. Ali Romdhoni, Kesultanan Demak Bintara, Linus (Literatur Nusantara), 2021.
Baca: Arya Damar, Ahli Mesiu Kerajaan Majapahit Sang Penakluk Kerajaan Bali
Setelah Kerajaan Majapahit hancur, pusat kerajaan dipindahkan ke Demak Bintara. Raden Fatah kemudian bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Raden Fatah juga melakukan perlawanan terhadap Portugis, di Malaka.
Raden Fatah memerintah Kerajaan Demak Bintara dengan sistem teokrasi atau pemerintahan yang berdasarkan agama Islam. Di masa pemerintahannya, Kerajaan Demak Bintara berhasil memperluas wilayah kekuasaannya.
Kerajaan-kerajaan pesisir Jawa, seperti Lasem, Tuban, Sedayu, Gresik, Cirebon, dan Banten, berhasil ditaklukkan.
Dengan takluknya kerajaan-kerjaan pesisir, maka Kerajaan Demak Bintara menjadi kerajaan agraris-maritim. Barang dagangan yang berhasil diekspor pada masa Raden Fatah adalah beras, lilin dan madu.
Baca: Ratu Kalinyamat, Sosok di Balik Ketangguhan Angkatan Laut Kerajaan-kerajaan Nusantara
Barang-barang itu diekspor ke Malaka, Maluku, dan Samudera Pasai. Selain wilayah pesisir Jawa, wilayah-wilayah seperti Palembang, Jambi, dan beberapa kawasan di Kalimantan juga berhasil dikuasai oleh Kerajaan Demak Bintara.
Kerajaan Demak Bintara juga memiliki pelabuhan-pelabuhan penting, seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan dan Gresik yang berkembang menjadi pelabuhan penghubung. Raden Fatah meninggal, pada 1518.
Sumber tulisan:
1. J. Suyuthi Pulungan, Sejarah Peradaban Islam di Indonesia, Amzah, 2022.
2. Ahmad Wahyu Sudrajad, Kisah-kisah Fenomenal Penaklukan Jawa, Anak Hebat Indonesia, 2019.
3. Ali Romdhoni, Kesultanan Demak Bintara, Linus (Literatur Nusantara), 2021.
(san)
Lihat Juga :