Sejumlah Oknum Polisi Penyerang RS Bandung Diperiksa Propam Polrestabes Medan

Rabu, 09 November 2022 - 11:59 WIB
loading...
Sejumlah Oknum Polisi...
Oknum polisi yang diduga menyerang dan menganiaya satpam dan perawat RS Bandung, Medan diperiksa Propam Polrestabes Medan. Foto/Tangkapan Layar
A A A
MEDAN - Sejumlah oknum polisi dari Satuan Samapta Polda Sumut yang diduga menyerang RS Bandung, Medan diperiksa Propam Polrestabes Medan. Selain menyerang, mereka juga menganiaya satpam dan perawat.

Oknum polisi yang diperiksa tersebut masih berstatus saksi. Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga lebih dari dua oknum polisi yang terlibat pengeroyokan dan penganiayaan.

Baca juga: Penampakan Oknum Polisi Penyerang RS Bandung di Medan, Berpangkat Bripda dan Baru Dilantik

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah meminta maaf kepada manajemen RS Bandung atas peristiwa yang melibatkan personel polisi tersebut.



Sementara itu, kuasa hukum RS Bandung, Bobby Lim menyatakan, meski Polrestabes Medan sudah melakukan mediasi dan meminta maaf namun kasus itu tetap diserahkan ke polisi.

Dia menyebut, kasus tersebut diserahkan agar pelaku diberi sanksi dan sehingga ada efek jera.

Baca juga: Sekelompok Orang Diduga Oknum Polisi Serang Perawat dan Sekuriti RS Bandung Medan

Sementara, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengatakan bahwa peristiwa penganiayaan yang terjadi RS Bandung terekam kamera CCTV.

Dia memastikan, seluruh oknum polisi yang terlibat penyerangan di RS Bandung itu akan diproses hukun.

Diduga, otak penyerangan tersebut diduga Bripda Tito Tampubolon anggota Dit Samapta Polda Sumut. Pelaku penyerangan saat ini telah diamankan di Polrestabes Medan. Wajah kedelapan pelaku itu pun diketahui beredar di media sosial (medsos).

Beberapa sekuriti dan perawat menjadi korban penyerangan sekelompok oknum polisi berpangkat Bripda tersebut.

Akibat penyerangan yang terjadi di halaman rumah sakit milik seorang anggota DPRD Sumut itu, seorang perawat mengalami luka parah dan kini dirawat instensif di RS tersebut.

Penyerangan dan penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (6/11/2022) pagi. Peristiwa berawal saat empat orang yang sama-sama berteman dan saling mengenal antara Bripda T, Debye seorang mahasiswi, Ayu seorang perawat RS Bandung dan Iten seorang mahasiswi.

Meraka nongkrong di salah satu kafe dan meminum alkohol. Setelah itu pukul 04.00 WIB mereka menuju hotel memesan dua kamar. Karena Iten dan Ayu mabuk, agar tidak ribut keluar kamar mereka dikunci dari luar oleh Bripda T.

Tetapi, Ayu marah dan menelpon kawan-kawannya sekurity RS Bandung dan perawat bernama Wanda Winata.

Mereka kemudian datang berama kawan-kawannya. Setelah kunci kamar dibuka terjadi cekcok mulut antara Bripda T, sekuriti dan perawat.

Dari cekcok mulut itu, Bripda T dengan beberapa sekuriti dan salah seorang perawat Wanda Winata di salah satu hotel. Selanjutnya pukul 05.00 WIB, Bripda T bersama 6 temannya dan 1 warga sipil mendatangi RS Bandung dan Bripda T lansung menunjuk Wanda Winata.

Secara spontan empat orang teman Bripda T memukuli Wanda Winata hingga mengalami lebam di wajah.

Terkait kejadian tersebut, Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan langsung bergerak cepat dan mengamankan para oknum polisi yang terlibat penganiayaan itu.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda NTT Ungkap 27...
Polda NTT Ungkap 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 2 Oknum Polisi Jadi Tersangka
Aktivis Papua Kecam...
Aktivis Papua Kecam Serangan TPNPB yang Tewaskan 2 Warga Sipil di Tambrauw dan Tembagapura
Dua Siswi Papua Berhasil...
Dua Siswi Papua Berhasil Tembus Pasar Kerja Sektor Keperawatan di Jepang
Satgas Ops Damai Cartenz...
Satgas Ops Damai Cartenz Buru Penyerang Pos Pengamanan di Nabire yang Tewaskan 2 Orang
Oknum Brimob Aniaya...
Oknum Brimob Aniaya hingga Tewas Siswa MTs di Maluku, Selly PDIP: Cerminan Arogansi APH
Menanti Sanksi untuk...
Menanti Sanksi untuk Aiptu Ikhwan Polisi Penuding Penjual Es Pakai Spons
Kepedulian untuk Garda...
Kepedulian untuk Garda Terdepan: Menjaga Keselamatan Dokter dan Perawat lewat Standar Baru
Dipecat Kasus Narkoba,...
Dipecat Kasus Narkoba, AKP Deky Tiba di Bareskrim dengan Tangan Terborgol
Mantan Kasat Narkoba...
Mantan Kasat Narkoba Polres Kutai Barat AKP Deky Resmi Dipecat, Langsung Dibawa ke Jakarta
Rekomendasi
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved