Dekopin Dukung Jalan Perdamaian untuk Kasus KSP Indosurya
Selasa, 07 Juli 2020 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
"Esensinya adalah win-win solution. Anggota atau nasabah masih tetap memperoleh harta kekayaan atau uangnya kembali secara wajar," imbuhnya.
Sementara terkait dengan opsi kepailitan, menurut dia jika diambil justru akan merugikan para nasabah. Pasalnya, apa yang dikembalikan kepada para nasabah tentunya tidak akan sama seperti semula. "Karena yang namanya pailit itu pasti rugi, tapi memang ada yang dikembalikan," jelasnya.
Sementara itu, Pengamat Koperasi Suroto berpendapat kepercayaan masyarakat kepada sistem koperasi simpan pinjam tetap harus didorong. Menurut dia, masa depan koperasi masih sangat cerah jika pemerintah tidak diskriminatif dan terus mau mendorong koperasi untuk maju.
“Saya kira banyak contoh koperasi yang baik. Intinya, untuk best practice, anggota menjadi pemilik betul-betul koperasi,” jelasnya.
Suroto menjelaskan, kebanyakan koperasi yang membuat kecewa adalah yang dikembangkan memang untuk money game, ponzi, dan sengaja didirikan untuk menipu. Seperti pada kasus Koperasi Pandawa dan Koperasi Langit Biru yang membuat citra koperasi menjadi tercoreng.
Dia menekankan, koperasi sebagai self regulate organization, memang harus memiliki tata kelola yang baik. Pemerintah pun tidak boleh diskriminatif pada koperasi.
Sementara terkait dengan opsi kepailitan, menurut dia jika diambil justru akan merugikan para nasabah. Pasalnya, apa yang dikembalikan kepada para nasabah tentunya tidak akan sama seperti semula. "Karena yang namanya pailit itu pasti rugi, tapi memang ada yang dikembalikan," jelasnya.
Sementara itu, Pengamat Koperasi Suroto berpendapat kepercayaan masyarakat kepada sistem koperasi simpan pinjam tetap harus didorong. Menurut dia, masa depan koperasi masih sangat cerah jika pemerintah tidak diskriminatif dan terus mau mendorong koperasi untuk maju.
“Saya kira banyak contoh koperasi yang baik. Intinya, untuk best practice, anggota menjadi pemilik betul-betul koperasi,” jelasnya.
Suroto menjelaskan, kebanyakan koperasi yang membuat kecewa adalah yang dikembangkan memang untuk money game, ponzi, dan sengaja didirikan untuk menipu. Seperti pada kasus Koperasi Pandawa dan Koperasi Langit Biru yang membuat citra koperasi menjadi tercoreng.
Dia menekankan, koperasi sebagai self regulate organization, memang harus memiliki tata kelola yang baik. Pemerintah pun tidak boleh diskriminatif pada koperasi.
Lihat Juga :