Tuntut Kenaikan Upah 13%, Buruh Asal KBB Siap Geruduk Kemenakertrans
Kamis, 03 November 2022 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
"Pemerintah mau buat alasan apalagi, agar upah buruh tidak baik. Kami sudah muak dengan beragam alasan," tegasnya.
Sejatinya, lanjut Dede, keberpihakan pemerintah terhadap para buruh sangat diperlukan. Apalagi di tengah naiknya harga BBM saat ini. Sehingga menjadi sangat penting bagi pemerintah untuk membuat daya beli masyarakat bisa tetap stabil dengan upah yang layak.
"Makanya kenaikan upah minimal 13% itu sangat diperlukan guna meningkatkan daya beli dan kesejahteraan kalangan buruh," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakannya, aksi ini juga bakal digelar di kota/kabupaten lain yang tidak bisa berangkat ke Jakarta secara serentak. Nantinya, apabila tuntutan para buruh itu tidak digubris pemerintah, maka buruh bakal melakukan aksi lanjutan seperti mogok massal dan boikot perusahaan.
"Tuntutan kami jelas kenaikan upah minimal 13% tolak UU Omnibus law, termasuk menolak UU Cipta Kerja. Itu yang akan kami suarakan," pungkasnya.
Sejatinya, lanjut Dede, keberpihakan pemerintah terhadap para buruh sangat diperlukan. Apalagi di tengah naiknya harga BBM saat ini. Sehingga menjadi sangat penting bagi pemerintah untuk membuat daya beli masyarakat bisa tetap stabil dengan upah yang layak.
"Makanya kenaikan upah minimal 13% itu sangat diperlukan guna meningkatkan daya beli dan kesejahteraan kalangan buruh," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakannya, aksi ini juga bakal digelar di kota/kabupaten lain yang tidak bisa berangkat ke Jakarta secara serentak. Nantinya, apabila tuntutan para buruh itu tidak digubris pemerintah, maka buruh bakal melakukan aksi lanjutan seperti mogok massal dan boikot perusahaan.
"Tuntutan kami jelas kenaikan upah minimal 13% tolak UU Omnibus law, termasuk menolak UU Cipta Kerja. Itu yang akan kami suarakan," pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :