Tokoh Jawa Barat KH Ahmad Sanusi Dianugerahi Pahlawan Nasional

Kamis, 03 November 2022 - 18:08 WIB
loading...
Tokoh Jawa Barat KH...
Tokoh Jabar, KH. Ahmad Sanusi ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Foto/Dok. smkpui-jtb
A A A
BANDUNG - Tokoh Jawa Barat, KH Ahmad Sanusi dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah. Semasa hidupnya, KH Ahmad Sanusi memiliki kiprah dan jasa yang besar untuk kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Profil dr Soeharto, Dokter Pribadi Bung Karno yang Dianugerahi Pahlawan Nasional

Salah satu peran KH Ahmad Sanusi, adalah sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dia dikenal sebagai tokoh Islam, yang turut memperjuangkan Pancasila sebagai dasar negara.



"Dari semula ada sisi kanan ingin menjadikan negara Islam, sisi kiri menjadikan negara sekuler. Kemudian diambil jalan tengah, lahirlah ideologi Pancasila sesudah menyetujui pencoretan tujuh kata di Piagam Jakarta," ujar Menkopolhukam, Mahfud MD dalam keterangan resmi Humas Pemprov Jabar, Kamis (3/11/2022).

Baca juga: Tabrakan Maut di Jalur Banda Aceh-Medan, 2 Mahasiswa Kedokteran dan 1 Pelajar Tewas

Dalam keterangan tertulis tersebut, Mahfud MD juga mengatakan, telah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, untuk melaporkan rencana penganugerahan gelar pahlawan nasional ini.

"Hari ini, Bapak Presiden sesudah berdiskusi dengan kami, dengan Dewan Gelar dan Tanda-tanda Kehormatan, memutuskan tahun ini memberikan lima gelar (pahlawan nasional) kepada tokoh-tokoh bangsa," katanya.

Menurut Mahfud MD, kelima tokoh bangsa tersebut dinilai telah ikut berjuang mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui perjuangan kemerdekaan, dan mengisinya dengan pembangunan-pembangunan. "Sehingga kita eksis sampai sekarang sebagai negara yang berdaulat," katanya.

Baca juga: Video Pria Dugem Bersama Wanita-wanita Seksi Gemparkan Aceh Tengah

Adapun tokoh yang akan mendapat gelar pahlawan nasional, bersama KH Ahmad Sanusi adalah DR. dr. H.R. Soeharto dari Jawa Tengah, yang dinilai telah berjuang bersama Presiden Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan setelah kemerdekaan, DR. dr. H.R. Soeharto ikut serta dalam pembangunan sejumlah infrastruktur di tanah Air.

Selanjutnya, almarhum KGPAA Paku Alam VIII yang merupakan Raja Paku Alam dari tahun 1937-1989. Beberapa jasa yang telah diberikan almarhum KGPAA Paku Alam VIII antara lain bersama Sultan Hamengkubowono IX dari Keraton Yogyakarta, mengintegrasikan diri pada awal kemerdekaan RI sehingga NKRI menjadi utuh hingga saat ini.

Gelar pahlawan nasional juga disematkan kepada almarhum dr. Raden Rubini Natawisastra dari Kalimantan Barat. Menurut Mahfud, dr. Raden Rubini Natawisastra telah menjalankan misi kemanusiaan sebagai dokter keliling pada saat kemerdekaan. Bahkan, bersama istrinya, dengan Rasen Rubini rela dijatuhi hukuman mati oleh Jepang karena perjuangannya yang gigih untuk kemerdekaan.

Baca juga: Festival Bunaken 2022 Digelar di MBW, Ini Harapan Wagub Sulut

Terakhir gelar pahlawan nasional dianugerahkan kepada almarhum H. Salahuddin bin Talibuddin dari Maluku Utara. Selama 32 tahun, H. Salahuddin dinilai telah berjuang dan ikut membangun Indonesia berdasarkan Pancasila.

Mahfud MD juga mengimbau kepada para kepala daerah yang daerahnya merupakan asal para tokoh penerima gelar pahlawan nasional, untuk mempersiapkan diri hadir pada peringatan Hari Pahlawan 10 November yang rencananya akan digelar pada Senin (7/11/2022) di Istana Negara Jakarta.

"Kami sarankan kepada daerah-daerah tadi yang sudah mempunyai usul-usul, dan disetujui oleh pemerintah, supaya segera menyiapkan diri untuk hadir dan melakukan penyambutan-penyambutan, baik upacara adat, upacara daerah, atau apapun yang bisa dilakukan untuk menyongsong anugerah ini," pungkas Mahfud MD.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Wakil Ketua DPRD Minta...
Wakil Ketua DPRD Minta Pemprov Jabar Antisipasi Kekeringan Ekstrem
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Mendagri Minta Warga...
Mendagri Minta Warga Direlokasi dan Reboisasi Kawasan Rawan Longsor di Cisarua Bandung
Wisuda UNOSO Dihadiri...
Wisuda UNOSO Dihadiri Rocky Gerung, Gories Mere, hingga Mahfud MD
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Rekomendasi
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Berita Terkini
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Infografis
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved