Pengamat Nilai Koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS Sulit Terwujud, Cawapres Jadi Ganjalan
Selasa, 01 November 2022 - 11:20 WIB
loading...
Koalisi yang coba didirikan Nasdem, PKS, dan Demokrat belum sepenuh terbangun. Rencana koalisi ketiga partai tersebut bahkan bisa bubar di tengah jalan. Foto SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Koalisi yang coba didirikan Nasdem, PKS, dan Demokrat belum sepenuh terbangun. Rencana koalisi ketiga partai tersebut bahkan bisa bubar di tengah jalan. Masalah utama yang menjadi ganjalan adalah calon wakil presiden (cawapres).
Pendapat ini disampaikan Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis, Fadhli Harahab. Menurutnya, koalisi akan bubar jika PKS dan Demokrat saling ngotot mengajukan tokoh masing-masing sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024.
“Jika Demokrat dan PKS keukeuh pasang cawapres dari kadernya, kemungkinan koalisi yang coba dibangun akan bubar di tengah jalan,” kata Fadhli, Selasa (1/11/2022). Baca juga: Demokrat dan PKS Ngotot Cawapres, Rencana Koalisi Bisa Bubar di Tengah Jalan
Diketahui, PKS mencalonkan Ahmad Heryawan (Aher) sebagai calon wakil presiden, sedangkan Demokrat ngotot mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dia mengingatkan bahwa sejak awal Nasdem sudah menegaskan untuk mengusung calon nonpartai jika mau berkoalisi. Menurut dia, syarat tersebut ditujukan untuk Demokrat dan PKS.
“Ajukan AHY dan Aher oleh Demokrat dan PKS sebagai bargaining position atau posisi tawar, karena kedua parpol ini cukup memiliki kekuatan di kancah politik nasional. Bisa jadi kedua parpol ini juga membuka pintu koalisi dengan parpol lain jika platform yang dibangun sama,” ujarnya.
Pendapat ini disampaikan Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis, Fadhli Harahab. Menurutnya, koalisi akan bubar jika PKS dan Demokrat saling ngotot mengajukan tokoh masing-masing sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024.
“Jika Demokrat dan PKS keukeuh pasang cawapres dari kadernya, kemungkinan koalisi yang coba dibangun akan bubar di tengah jalan,” kata Fadhli, Selasa (1/11/2022). Baca juga: Demokrat dan PKS Ngotot Cawapres, Rencana Koalisi Bisa Bubar di Tengah Jalan
Diketahui, PKS mencalonkan Ahmad Heryawan (Aher) sebagai calon wakil presiden, sedangkan Demokrat ngotot mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dia mengingatkan bahwa sejak awal Nasdem sudah menegaskan untuk mengusung calon nonpartai jika mau berkoalisi. Menurut dia, syarat tersebut ditujukan untuk Demokrat dan PKS.
“Ajukan AHY dan Aher oleh Demokrat dan PKS sebagai bargaining position atau posisi tawar, karena kedua parpol ini cukup memiliki kekuatan di kancah politik nasional. Bisa jadi kedua parpol ini juga membuka pintu koalisi dengan parpol lain jika platform yang dibangun sama,” ujarnya.
Lihat Juga :