Harga Kedelai Hampir Sentuh Rp14.000 per Kg, Produksi Tempe di Garut Berhenti

Minggu, 30 Oktober 2022 - 14:44 WIB
loading...
Harga Kedelai Hampir...
Para pengrajin tempe di Kabupaten Garut melakukan aksi mogok produksi menyusul kenaikan harga kacang kedelai global. MPI/Fani
A A A
GARUT - Para pengrajin tempe di Kabupaten Garut melakukan aksi mogok produksi menyusul kenaikan harga kacang kedelai global. Aksi mogok produksi sejak 29 Oktober 2022 kemarin disebabkan oleh harga kacang kedelai yang hampir menyentuh Rp14 ribu per Kg.

"Sekarang kedelai di kisaran Rp13.800 dan Rp13.900 per Kg," kata Abdul Azis (38), pengrajin tempe asal Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada MPI Minggu (30/10/2022).

Menurut Azis, mogok produksi yang dilakukan merupakan kesepakatan seluruh pengrajin tempe. Ia menjelaskan para pengrajin seperti dirinya sudah tak bisa lagi mengakali kenaikan bahan baku tempe. "Harga naik terus, sekarang hampir tiap hari naiknya," ujarnya.

Biasanya para pengrajin mengakali kenaikan ini dengan memperkecil ukuran tempe yang dibuat. "Tapi kalau naik terus seperti ini mau dikecilin seperti apa lagi," ucapnya.

Azis bukanlah produsen tempe besar di Garut. Ia yang memproduksi tempe skala kecil di rumahnya, Kampung Ciawitali RT01 RW05, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, ini cukup terpukul oleh kenaikan harga kedelai asal Amerika.

"Dampaknya sangat signifikan ke pendapatan sehari-hari. Kalau produksi, saya paling banyak bisa menghasilkan tempe antara 60 per Kg hingga 70 per Kg, begitu juga kakak dan ibu saya, mereka sama memproduksi tempe dari rumah dengan kapasitas produksi masing-masing 70 per Kg," ungkapnya.

Azis juga membandingkan harga kacang kedelai impor pada tahun-tahun sebelumnya. Dahulu, harga kacang kedelai terbilang stabil.

"Dulu itu kalau naik paling Rp50 per kg, dan setelah naik harganya akan stabil selama beberapa bulan setelahnya. Kalau sekarang kenaikannya antara Rp200 hingga Rp300 per kg, dengan jarak waktu yang pendek bisa seminggu sekali bahkan nyaris tiap hari," ungkapnya.

Terhentinya produksi dan melonjaknya harga kacang kedelai setidaknya telah membuat tempe serta tahu di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Garut menghilang.

Baca: Pemkot Jambi Temukan Apotek Jual Obat Sirup yang Dilarang.

Dua komoditas yang berbahan dasar kacang kedelai ini terpantau kosong di beberapa pasar seperti Pasar Cikajang, Pasar Bayongnong, hingga Pasar Kadungora.

Jika pun tersedia, tempe dan tahu akan cukup mahal untuk didapat. Wakil Ketua DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Garut Agus F Tura, membenarkan bila penjual tahu tempe di Pasar Cikajang memilih tidak berjualan.

Baca: Jenazah Novita Dimakamkan di Sasonoloyo Bumirejo.

Agus yang juga menjabat ketua IWAPPA Pasar Cikajang ini menjelaskan bahwa para pedagang dihadapkan risiko merugi jika mereka tetap nekat berjualan.

"Penjual Tahu Tempe di Pasar Cikajang mogok jualan daripada mereka rugi. Hal ini berlaku seperti pasar tradisional lainya, contoh Bayongbong dan Kadungora banyak yang tidak jualan," ujar Agus.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
FGD Sespimma Polri Angkatan...
FGD Sespimma Polri Angkatan ke-75, Perkuat Community Policing Atasi Geng Motor di Garut
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Musda XI Tetapkan Daniel...
Musda XI Tetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Kisah Karin Manuela...
Kisah Karin Manuela di Audisi Miss Indonesia 2026, Bangkit Setelah Gagal Tahun Lalu
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved