Empati di Tengah Wabah, Warga Arcamanik Gantungkan Sembako di Pagar Rumah
Senin, 27 April 2020 - 19:30 WIB
loading...
Paket sembako berisi 1 kg beras, tiga butir telur, dan kecap manis digantung di pagar rumah milik Dedi Riyanto, warga Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Foto/Dokumentasi Pribadi Dedi Riyanto
A
A
A
BANDUNG - Beberapa kantong plastik berisi beras, telur, dan kecap manis terganggung di pagar bercat putih sebuah rumah di Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung milik Dedi Riyanto.
Di pagar itu pula, terpasang karton bertuliskan, "Bagi yang membutuhkan silahkan ambil dengan bijak".
Ya, Dedi Riyanto, pemilik rumah sengaja menggantungkan bahan pokok tersebut di pagar rumahnya agar diambil secara gratis dan dimanfaatkan oleh warga terdampak wabah virus Corona atau COVID-19.
Sumbangan bahan pokok itu diberikan Dedi sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada warga, terutama pekerja informal yang ekonominya sangat terpukul akibat wabah ini.
Dedi mengatakan, di dalam kantong plastik itu, terdapat 1 kilogram beras, tiga butir telur, dan 1 bungkus kecap manis. "Bentuk kepedulian terhadap sesama di tengah pandemi Corona. Bisa dibilang begitu," kata Dedi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (27/4/2020).
Aksi sosial Dedi tersebut baru pertama kali dilakukan. Dia menyiapkan 100 paket sembako untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Untuk menyediakan sembako itu, Dedi rela merogoh kocek pribadi. "Belum tau bisa tiap hari atau tidak. Tergantung dana," ujar dia.
Saat ini, tutur Dedi, 100 paket sembako yang digantungkan di pagar rumahnya telah habis dibagikan. Aksi sosial itu mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Di pagar itu pula, terpasang karton bertuliskan, "Bagi yang membutuhkan silahkan ambil dengan bijak".
Ya, Dedi Riyanto, pemilik rumah sengaja menggantungkan bahan pokok tersebut di pagar rumahnya agar diambil secara gratis dan dimanfaatkan oleh warga terdampak wabah virus Corona atau COVID-19.
Sumbangan bahan pokok itu diberikan Dedi sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada warga, terutama pekerja informal yang ekonominya sangat terpukul akibat wabah ini.
Dedi mengatakan, di dalam kantong plastik itu, terdapat 1 kilogram beras, tiga butir telur, dan 1 bungkus kecap manis. "Bentuk kepedulian terhadap sesama di tengah pandemi Corona. Bisa dibilang begitu," kata Dedi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (27/4/2020).
Aksi sosial Dedi tersebut baru pertama kali dilakukan. Dia menyiapkan 100 paket sembako untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Untuk menyediakan sembako itu, Dedi rela merogoh kocek pribadi. "Belum tau bisa tiap hari atau tidak. Tergantung dana," ujar dia.
Saat ini, tutur Dedi, 100 paket sembako yang digantungkan di pagar rumahnya telah habis dibagikan. Aksi sosial itu mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Lihat Juga :