Kisah Tragis Pembunuhan Sunan Prawoto yang Melibatkan Sunan Kudus
Kamis, 27 Oktober 2022 - 06:20 WIB
loading...
A
A
A
Selain dendam karena pembunuhan keji itu, Arya Panangsang juga merasa berhak mewarisi takha Kesultanan Demak Bintara sepeninggal Sultan Trenggana. Dendam kesumat ini membuat Arya Panangsang tidak kalah kejam.
Dengan dukungan dari Sunan Kudus, Arya Panangsang akhirnya membunuh Sunan Prawoto, pada 1549. Tetapi tidak hanya Sunan Prawoto yang dibunuh Arya Panangsang. Menantu Trenggana, Pangeran Hadiri juga dibunuhnya.
Pembunuhan Pangeran Hadiri atau Pangeran Kalinyamat, suami dari Ratu Kalinyamat yang pulang dari kediamanan Sunan Kudus saat meminta keadilan atas tewasnya Sunan Prawoto ini menimbulkan dendam dari istrinya.
Baca: Dinasti Ghaznawi, Kesultanan yang Didirikan Seorang Budak
Ratu Kalinyamat bahkan bersumpah akan bertapa di Gunung Danaraja sampai kematian suaminya terbalaskan. Dendam Ratu Kalinyamat pun terpenuhi dengan tewasnya Arya Panangsang ditangan Adipati Pajang, Jaka Tingkir.
Sampai di sini ulasan Cerita Pagi, semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. Peri Mardiono, Sejarah Kelam Majapahit, Araska Publishing, 2020.
2. Ali Romdhoni, Sunan Prawoto Penjaga Visi Politik Maritim Kesultanan Demak Bintara, Linus, 2021.
3. Dr Adi Teruna Effendi, Jejak Islam di Nusantara, PT Penerbit IPB Press, Buku Elektronik.
4. F. Taufiq El Jauquene, Demak Bintoro, Araska, 2020.
5. V. Wiranata Sujarweni, Menelusuri Jejak Mataram Islam di Yogyakarta, Anak Hebat Indonesia, 2017.
Dengan dukungan dari Sunan Kudus, Arya Panangsang akhirnya membunuh Sunan Prawoto, pada 1549. Tetapi tidak hanya Sunan Prawoto yang dibunuh Arya Panangsang. Menantu Trenggana, Pangeran Hadiri juga dibunuhnya.
Pembunuhan Pangeran Hadiri atau Pangeran Kalinyamat, suami dari Ratu Kalinyamat yang pulang dari kediamanan Sunan Kudus saat meminta keadilan atas tewasnya Sunan Prawoto ini menimbulkan dendam dari istrinya.
Baca: Dinasti Ghaznawi, Kesultanan yang Didirikan Seorang Budak
Ratu Kalinyamat bahkan bersumpah akan bertapa di Gunung Danaraja sampai kematian suaminya terbalaskan. Dendam Ratu Kalinyamat pun terpenuhi dengan tewasnya Arya Panangsang ditangan Adipati Pajang, Jaka Tingkir.
Sampai di sini ulasan Cerita Pagi, semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. Peri Mardiono, Sejarah Kelam Majapahit, Araska Publishing, 2020.
2. Ali Romdhoni, Sunan Prawoto Penjaga Visi Politik Maritim Kesultanan Demak Bintara, Linus, 2021.
3. Dr Adi Teruna Effendi, Jejak Islam di Nusantara, PT Penerbit IPB Press, Buku Elektronik.
4. F. Taufiq El Jauquene, Demak Bintoro, Araska, 2020.
5. V. Wiranata Sujarweni, Menelusuri Jejak Mataram Islam di Yogyakarta, Anak Hebat Indonesia, 2017.
(san)
Lihat Juga :