Demi Sukseskan KTT G20, Aparat Batasi Aktivitas Warga Kuta Selatan
Rabu, 26 Oktober 2022 - 11:04 WIB
loading...
Demi sukseskan KTT G20, aparat membatasi aktivitas warga di Kuta Selatan.Foto/ilustrasi
A
A
A
DENPASAR - Polisi dan TNI akan membatasi aktivitas masyarakat di Kuta Selatan selama berlangsungnya KTT G20 , 15-16 November mendatang. Pembatasan itu berupa bekerja dan belajar dari rumah.
"Saat KTT G20 akan ada pembatasan yang dilakukan mulai dari diberlakukannya work from home (WFH) dan belajar daring bagi siswa sekolah," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol.Bambang Yugo Pamungkas, Rabu (26/10/2022).
Dia menjelaskan, pembatasan dilakukan mengingat wilayah Kelurahan Benoa merupakan tempat pelaksanaan semua kegiatan KTT G20, termasuk juga hotel tempat delegasi menginap. Sudah tentu pengamanan menjadi hal utama.
Baca juga: Anggota DPR RI Nyoman Parta: Masyarakat Bali Bersyukur, KTT G20 Digelar di Bali
Selain WFH dan belajar daring, pembatasan juga berlaku untuk pengguna jalan tol Bali Mandara. Tol akan menjadi perlintasan kepala negara dan para delegasi.
"Pengendara yang melintas di jalur tol hanya yang menuju arah Sawangan. Sedangkan di wilayah Peminge hanya diperbolehkan menggunakan kendaraan listrik," papar Bambang.
Dia meminta diharapkan seluruh aparat desa dan kelurahan di Kuta Selatan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang mekanisme pengamanan selama KTT G20.
"Saat KTT G20 akan ada pembatasan yang dilakukan mulai dari diberlakukannya work from home (WFH) dan belajar daring bagi siswa sekolah," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol.Bambang Yugo Pamungkas, Rabu (26/10/2022).
Dia menjelaskan, pembatasan dilakukan mengingat wilayah Kelurahan Benoa merupakan tempat pelaksanaan semua kegiatan KTT G20, termasuk juga hotel tempat delegasi menginap. Sudah tentu pengamanan menjadi hal utama.
Baca juga: Anggota DPR RI Nyoman Parta: Masyarakat Bali Bersyukur, KTT G20 Digelar di Bali
Selain WFH dan belajar daring, pembatasan juga berlaku untuk pengguna jalan tol Bali Mandara. Tol akan menjadi perlintasan kepala negara dan para delegasi.
"Pengendara yang melintas di jalur tol hanya yang menuju arah Sawangan. Sedangkan di wilayah Peminge hanya diperbolehkan menggunakan kendaraan listrik," papar Bambang.
Dia meminta diharapkan seluruh aparat desa dan kelurahan di Kuta Selatan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang mekanisme pengamanan selama KTT G20.
Lihat Juga :