Marak Kasus Gagal Ginjal Akut, Ridwan Kamil Akan Bentuk Satgas Khusus

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 20:54 WIB
loading...
Marak Kasus Gagal Ginjal...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil berencana membentuk Satgas Khusus menyusul maraknya kasus gagal ginjal akut di Jabar. Foto/Ilustrasi/Dok
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus untuk menangani kasus gagal ginjal akut yang kini marak terjadi, termasuk di Jabar.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, saat ini, kasus gagal ginjal akut di Jabar mencapai 25 kasus dan 15 penderita di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Baca juga: Fomepizole Jadi Obat Antidotum Gagal Ginjal Akut pada Anak, Begini Cara Kerjanya

"Pembentukan satgas sedang diproses. Soal jumlah pasti belum (ada konfirmasi) karena kan tiap hari bertambah, tapi nanti saya update lagi," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Sabtu (22/10/2022).



Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengakui, hingga saat ini, pihaknya pun belum mengetahui penyabab pasti dari penyakit gagal ginjal akut ini. Sehingga, dirinya enggan berkomentar terlalu jauh.

"Kita sedang meneliti secara maksimal dengan Dinkes. Per hari ini kita belum 100 persen memahami. Jadi, seperti kasus awal-awal Covid-19," ungkapnya.

Kang Emil menilai, untuk mengetahui penyebab penyakit ini perlu waktu dan tahap yang cukup lama. Namun demikian, Kang Emil memastikan, Dinkes Jabar terus berkoordinasi untuk mengungkap penyebab pasti penyakit ini.

"Nanti saya kabari lagi setelah konsolidasi para ilmuwan, dokter ini penyebabnya apa. Apakah hanya gara-gara yang digosipkan obat atau ada faktor lain, ada virus baru. Kita belum tahu sedalam itu," terangnya.

Sebelumnya, Dinkes Jabar mencatat, hingga 20 Oktober 2022, sebanyak 25 anak mengalami gangguan ginjal akut dan 15 anak di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar, Ryan Bayusantika Ristandi mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan gangguan ginjal akut yang penyebab pastinya belum diketahui atau masih misterius itu.

"Data sementara yang kita catat ada 25 kasus di Jabar hingga 20 Oktober dan 15 di antaranya meninggal dunia. Kita bekerja sama dengan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan terus berkoordinasi dalam penanganan wabah ini," kata Ryan, Jumat (21/10/2022) malam.

Menurutnya, koordinasi dengan IDAI dan Dinkes kabupaten/kota terus dilakukan, terutama dalam hal melakukan kewaspadaan dini sesuai prosedur standar."Ini untuk meningkatkan kewaspadaan sesuai standar, baik di puskesmas maupun rumah sakit agar penanganannya bisa cepat," ujarnya. Baca juga: Update Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius di Jakarta Bertambah Jadi 82 Anak

Adapun langkah pencegahan yang dilakukan sejauh ini, Dinkes Jabar meneruskan kebijakan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) tentang penghentian sementara penggunaan obat cair atau sirup yang diduga sebagai penyebab penyakit tersebut.

"Jadi kita kembali tegaskan ke seluruh pelayanan kesehatan tentang kebijakan itu sambil menunggu penelitian yang sedang dilakukan Kemenkes. Intinya, semua obat cair atau sirup diganti dengan tablet yang kandungannya sama dengan obat cair," tegasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri Bakal Batalkan...
Kemendagri Bakal Batalkan Surat Edaran Soal Larangan Truk Sumbu 3 Jika Tak Sesuai Hukum
Masyarakat Desak Gubernur...
Masyarakat Desak Gubernur Jabar Atasi Macet Horor di Cileungsi
Minta Pemprov Jabar...
Minta Pemprov Jabar Tutup Judol, Kemenko Polkam: Ada 2,6 Juta Pemain
Soal Pembatasan Truk...
Soal Pembatasan Truk AMDK di Jabar2026, Pengamat: Roadmap Kemenko Infrastruktur 2027
Aptrindo: Kebijakan...
Aptrindo: Kebijakan Gubernur Jabar Terkait Truk ODOL Membingungkan Pelaku Usaha
DPR dan DPD RI Soroti...
DPR dan DPD RI Soroti Sidak Gubernur Jabar ke Pabrik Air Mineral di Subang
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Orang Tua Siswa Datangi...
Orang Tua Siswa Datangi KPAI, Perjuangkan Hak Pendidikan 500 Lebih Siswa SMK IDN Bogor
Kisah Atlet Gagal Ginjal...
Kisah Atlet Gagal Ginjal dan Harapan Baru Lewat Terapi CAPD
Rekomendasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
4 Penyebab Gagal Ginjal...
4 Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda, Salah Satunya Infeksi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved