Nestapa Yunia Susanti, Susuri Sungai Cipelang Cari Anaknya yang Hilang Terbawa Arus
Rabu, 19 Oktober 2022 - 19:06 WIB
loading...
A
A
A
Yunia memiliki firasat bahwa jasad anaknya berada dalam posisi yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Firasat itu diperkuat saat dia sempat memimpikan anaknya. Dalam mimpi itu, sang anak memanggil ibunya pada hari pertama korban dikabarkan menghilang setelah tenggelam di sungai tersebut.
"Iya, pada saat mau tidur sekitar pukul 00.00 WIB dalam mimpi itu anak saya memanggil mama. Katanya mama, bos (panggilan anaknya) banyak dilihatin orang-orang, bos panggil-panggil tapi tidak ada yang dengar," ujar Yuni menirukan ucapan anaknya dalam mimpinya tersebut.
Dia berharap tim SAR gabungan bisa memperpanjang pencarian anaknya dan berharap anaknya dapat segera ditemukan.
Baca juga: Pemancing Hanyut Terseret Arus Bersama Anaknya Ditemukan Meninggal
Kepala Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto mengatakan, pencarian Niko sudah sampai ke wilayah muara PLTU Palabuhanratu dengan jarak sekitar 50 kilometer dari lokasi korban terseret arus. Namun pencarian belum membuahkan hasil atau masih nihil.
"Kita menerjunkan sekitar 120 anggota dari SAR Gabungan dan kita menggunakan beberapa metode. Di antaranya penyisiran darat, tim menggunakan perahu karet sampai di muara PLTU, tim juga melakukan pencarian menggunakan drone dari komunitas drone Kota Sukabumi," ujar Suryo.
"Iya, pada saat mau tidur sekitar pukul 00.00 WIB dalam mimpi itu anak saya memanggil mama. Katanya mama, bos (panggilan anaknya) banyak dilihatin orang-orang, bos panggil-panggil tapi tidak ada yang dengar," ujar Yuni menirukan ucapan anaknya dalam mimpinya tersebut.
Dia berharap tim SAR gabungan bisa memperpanjang pencarian anaknya dan berharap anaknya dapat segera ditemukan.
Baca juga: Pemancing Hanyut Terseret Arus Bersama Anaknya Ditemukan Meninggal
Kepala Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto mengatakan, pencarian Niko sudah sampai ke wilayah muara PLTU Palabuhanratu dengan jarak sekitar 50 kilometer dari lokasi korban terseret arus. Namun pencarian belum membuahkan hasil atau masih nihil.
"Kita menerjunkan sekitar 120 anggota dari SAR Gabungan dan kita menggunakan beberapa metode. Di antaranya penyisiran darat, tim menggunakan perahu karet sampai di muara PLTU, tim juga melakukan pencarian menggunakan drone dari komunitas drone Kota Sukabumi," ujar Suryo.
(shf)
Lihat Juga :