Soal Kasus Irjen Teddy Minahasa, Mahfud MD: Polri Harus Konsolidasi Internal
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 15:04 WIB
loading...
Menko Polhukam Mahfud MD saat ditemui di Gedung Prof. Sudharto Undip, Kawasan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu 15/10/2022 siang. Foto SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menkopolhukam ) Republik Indonesia Mahfud MD, menyebut Polri perlu melakukan konsolidasi internal.
Mahfud menyampaikan itu sebagai spons atas kasus narkoba yang menyeret Irjen Pol Teddy Minahasa. Termasuk sederet kasus menonjol lain, yakni meninggalnya ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang ataupun kasus Ferdy Sambo. Baca juga: Mahfud MD: Kapasitas Stadion Kanjuruhan 38.000, Tiket Dicetak 42.000
“Satu-satunya jalan bagi Polri itu kalau mau ingin bangkit, konsolidasi internal,” ungkap Mahfud ketika ditemui di Gedung Prof. Sudharto Universitas Diponegoro (Undip), Kawasan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (15/10/2022) siang usai menghadiri Dies Natalis ke-65 Undip sekaligus memberikan orasi ilmiah bertema: Negara, Demokrasi, dan Kesejahteraan Rakyat.
Mahfud mengatakan, pihaknya ingin Polri menghilangkan friksi-friksi di internal mereka. “Sudahlah sekarang mulai semuanya bersatu di dalam perbedaan masa lalu, sekarang bersatu ke masa depan. Itu kalau Polri mau bagus, kalau ndak ya susah. Bisa saling ya begitu-begitu yang terjadi,” lanjut Mahfud .
Tak kalah penting, sebut Mahfud, Polri itu harus betul-betul menata diri dan sadar jika sekarang informasi itu tidak bisa ditutup-tutupi.
“Media sosial yang begitu masif, sehingga kita tidak bisa melakukan sesuatu lalu bersembunyi. Polisi itu sekarang ibarat jatuh, tertimpa tangga, bangun dikejar anjing, meninggal lalu mau dikubur, kuburannya udah penuh. Itu tadi cerita-cerita para Guru Besar,” sambungnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, pada keterangan persnya, Jumat (14/10/2022) menyebut Irjen Pol Teddy Minahasa akan diproses etik dan pidana menyusul temuan penyidik Polda Metro Jaya saat mengembangkan kasus penyalahgunaan narkoba.
Mahfud menyampaikan itu sebagai spons atas kasus narkoba yang menyeret Irjen Pol Teddy Minahasa. Termasuk sederet kasus menonjol lain, yakni meninggalnya ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang ataupun kasus Ferdy Sambo. Baca juga: Mahfud MD: Kapasitas Stadion Kanjuruhan 38.000, Tiket Dicetak 42.000
“Satu-satunya jalan bagi Polri itu kalau mau ingin bangkit, konsolidasi internal,” ungkap Mahfud ketika ditemui di Gedung Prof. Sudharto Universitas Diponegoro (Undip), Kawasan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (15/10/2022) siang usai menghadiri Dies Natalis ke-65 Undip sekaligus memberikan orasi ilmiah bertema: Negara, Demokrasi, dan Kesejahteraan Rakyat.
Mahfud mengatakan, pihaknya ingin Polri menghilangkan friksi-friksi di internal mereka. “Sudahlah sekarang mulai semuanya bersatu di dalam perbedaan masa lalu, sekarang bersatu ke masa depan. Itu kalau Polri mau bagus, kalau ndak ya susah. Bisa saling ya begitu-begitu yang terjadi,” lanjut Mahfud .
Tak kalah penting, sebut Mahfud, Polri itu harus betul-betul menata diri dan sadar jika sekarang informasi itu tidak bisa ditutup-tutupi.
“Media sosial yang begitu masif, sehingga kita tidak bisa melakukan sesuatu lalu bersembunyi. Polisi itu sekarang ibarat jatuh, tertimpa tangga, bangun dikejar anjing, meninggal lalu mau dikubur, kuburannya udah penuh. Itu tadi cerita-cerita para Guru Besar,” sambungnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, pada keterangan persnya, Jumat (14/10/2022) menyebut Irjen Pol Teddy Minahasa akan diproses etik dan pidana menyusul temuan penyidik Polda Metro Jaya saat mengembangkan kasus penyalahgunaan narkoba.
Lihat Juga :