Diterjang Banjir dan Hujan Lebat, 5 Kecamatan di Lebak Kesulitan Air Bersih
Kamis, 13 Oktober 2022 - 08:08 WIB
loading...
Akibat sering terjadi hujan dan banjir, warga di lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, kesulitan mendapatkan air bersih. Foto/iNews TV/Iskandar Nasution
A
A
A
LEBAK - Banjir dan hujan lebat yang kerap menerjang wilayah Kabupaten Lebak, Banten, mengakibatkan warga di lima kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selama ini mereka banyak menggantungkan pasokan air bersih dari sungai.
Baca juga: Mamuju Diterjang Banjir, 13 Rumah Rusak 6 Hanyut Terbawa Arus
Lima kecamatan yang warganya keculitan mendapatkan air bersih, ada di Kecamatan Cibeber, Kecamatan Panggarangan, Kecamatan Cilograng, Kecamatan Cigemblong, dan Kecamatan Bayah.
Kondisi paling parah dirasakan warga di Kecamatan Cibeber. Sejak sepekan terakhir cuaca buruk terus menghantui mereka. Hujan dengan intensitas tinggi, membuat warga sulit beraktivitas.
Baca juga: Kisah Kapten VOC Tewas di Ujung Tombak Sakti Kerajaan Mataram
Salah seorang warga Cibeber, Ellis mengaku, kondisi air sungai selalu keruh dan berwarna kecoklatan. "Air sungai sangat kotor akibat banjir, sehingga kami tidak bisa mencuci pakaian. Airnya bercampur lumpur," ungkapnya.
Sungai yang kondisinya keruh dan kecokelatan akibat banjir, yakni Sungai Cibareno, Sungai Cisiih, Sungai Cimadur, Sungai Cicantra, Sungai Peucang, dan Sungai Cibadak. Sungai-sungai tersebut, selama ini sering banjir dan airnya meluap.
Baca juga: Tak Kuat Tahan Nafsu, Perampok di Cianjur Perkosa Korban yang Tengah Tertidur
Warga lainnya, Bahrudin menyebutkan, sudah sepekan ini sulit mencuci pakaian di sungai akibat air sungai keruh. "Meski hanya hujan gerimis, namun sungai tetap kotor karena di hulu sungai terjadi hujan deras. Banjir juga merendam sumur warga, sehingga sulit mendapatkan air bersih," ungkapnya.
Warga berharap segera mendapatkan bantuan air bersih, karena menjadi kebutuhan utama untuk masak, mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, mereka yang menjadi korban banjir juga membutuhkan makanan siap saji, karena sulit melakukan aktivitas.
Baca juga: Mamuju Diterjang Banjir, 13 Rumah Rusak 6 Hanyut Terbawa Arus
Lima kecamatan yang warganya keculitan mendapatkan air bersih, ada di Kecamatan Cibeber, Kecamatan Panggarangan, Kecamatan Cilograng, Kecamatan Cigemblong, dan Kecamatan Bayah.
Kondisi paling parah dirasakan warga di Kecamatan Cibeber. Sejak sepekan terakhir cuaca buruk terus menghantui mereka. Hujan dengan intensitas tinggi, membuat warga sulit beraktivitas.
Baca juga: Kisah Kapten VOC Tewas di Ujung Tombak Sakti Kerajaan Mataram
Salah seorang warga Cibeber, Ellis mengaku, kondisi air sungai selalu keruh dan berwarna kecoklatan. "Air sungai sangat kotor akibat banjir, sehingga kami tidak bisa mencuci pakaian. Airnya bercampur lumpur," ungkapnya.
Sungai yang kondisinya keruh dan kecokelatan akibat banjir, yakni Sungai Cibareno, Sungai Cisiih, Sungai Cimadur, Sungai Cicantra, Sungai Peucang, dan Sungai Cibadak. Sungai-sungai tersebut, selama ini sering banjir dan airnya meluap.
Baca juga: Tak Kuat Tahan Nafsu, Perampok di Cianjur Perkosa Korban yang Tengah Tertidur
Warga lainnya, Bahrudin menyebutkan, sudah sepekan ini sulit mencuci pakaian di sungai akibat air sungai keruh. "Meski hanya hujan gerimis, namun sungai tetap kotor karena di hulu sungai terjadi hujan deras. Banjir juga merendam sumur warga, sehingga sulit mendapatkan air bersih," ungkapnya.
Warga berharap segera mendapatkan bantuan air bersih, karena menjadi kebutuhan utama untuk masak, mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, mereka yang menjadi korban banjir juga membutuhkan makanan siap saji, karena sulit melakukan aktivitas.
(eyt)
Lihat Juga :