Tragedi Kanjuruhan, Tim Aremania Ungkap Banyak Korban Sesak Napas hingga Hilang Ingatan

Selasa, 11 Oktober 2022 - 15:00 WIB
loading...
Tragedi Kanjuruhan,...
Sepuluh hari pasca Tragedi Kanjuruhan yang merengut 131 korban jiwa dan ratusan terluka, masih banyak korban yang masih belum pulih secara fisik dan psikis. Foto/Ist
A A A
MALANG - Sepuluh hari pasca Tragedi Kanjuruhan, Malang yang merengut 131 korban jiwa dan ratusan orang terluka, masih banyak korban luka yang masih belum pulih secara fisik dan psikis.

Sejumlah korban masih berdatangan dan mengadukan keluhan mereka ke Posko Gabungan Aremania di Kantor DPD KNPI, Kota Malang.

Baca juga: BREAKING NEWS! 6 Orang Ditetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Tim pendataan korban Tragedi Kanjuruhan menyebutkan, ada beberapa korban yang masih melaporkan kejadian yang dialaminya pasca Tragedi Kanjuruhan Malang. Beberapa korban masih mengalami luka-luka akibat efek semprotan gas air mata dan berdesakan mencari keluar stadion.

"Kebanyakan seperti sesak napas, di dadanya sakit, sesak buat napas ini tenggorokannya masih berasa perih. Ada beberapa yang masih trauma, juga ada keluarga Korban yang tetangganya melaporkan ke kita untuk trauma healing," kata tim pendataan Tragedi Kanjuruhan Dadang Holopes, Selasa siang (11/10/2022).



Rata-rata ada 3-6 korban yang mengadukan ke posko karena efek luka dan mengalami dampak psikis. Bahkan beberapa di antaranya masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Malang raya.

"Korban pengaduan keluhan setelah 3-4 hari itu merasa sesak atau apa, kita sudah menerima dan sudah kita rujuk ke rumah sakit-rumah sakit, seperti Hermina, RSSA, RSUD Kepanjen," ujarnya.

Baca juga: 2 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Jalani Pemeriksaan Penyidik Polda Jatim

Dari sejumlah korban yang masih dirawat di rumah sakit, ada yang mengadukan mengalami iritasi di kulit, muncul bercak-bercak merah, hingga ada yang kehilangan ingatan karena terjadi benturan di kepala.

"Hasil-hasil temuan tim dari Aremania bersama ini rata-rata di sesak napas, terus ada terjadi benturan yang menyebabkan menghilangkan memori, korban seorang wanita juga seperti itu, ada yang badannya belum bisa digerakkan yang bagian kanan juga seperti itu. Bercak-bercak kulit di muka, kayak iritasi itu ada, itu juga menerima laporan-laporan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, pada Sabtu malam (1/10/2022) di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pertandingan dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2-3.

Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena embakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.

Akibat kejadian setidaknya ada 131 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 550 orang luka-luka. Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Pasca kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Sekuriti Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Fakta Kasus Pelemparan...
7 Fakta Kasus Pelemparan Batu ke Bus Persik di Stadion Kanjuruhan, Nomor 5 Mencekam
Viral Pemerasan di Stadion...
Viral Pemerasan di Stadion Patriot Candrabhaga, Polisi Minta Korban Buat Laporan
Kekacauan Setelah Persija...
Kekacauan Setelah Persija Vs Persib: Pagar Stadion Patriot Candrabhaga Roboh, Kursi Hilang!
Update Kericuhan usai...
Update Kericuhan usai Laga Persija vs Persib: 10 Orang Luka, Hape hingga Motor Hilang
Megahnya Stadion Kanjuruhan...
Megahnya Stadion Kanjuruhan Malang usai Direvitalisasi, Begini Penampakan Pintu 13
Keluarga Korban Tragedi...
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Kecewa Akibat Hakim Putuskan Restitusi Hanya Rp15 Juta
Haji Bolot Sempat Tolak...
Haji Bolot Sempat Tolak Pakai Kursi Roda Meski Alami Sesak Napas Hebat
Peringatan 3 Tahun Tragedi...
Peringatan 3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Korban Masih Tuntut Keadilan
Suporter PSIM Yogyakarta...
Suporter PSIM Yogyakarta vs Persib Terlibat Ricuh, Begini Respons PSSI
Rekomendasi
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
10 Bencana Alam yang...
10 Bencana Alam yang Banyak Menelan Korban Jiwa pada 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved