Tangani Sampah Kemasan, KLHK Imbau Produsen Bergabung ke IPRO
Kamis, 06 Oktober 2022 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah, dalam hal ini KLHK mengapresiasi hadirnya IPRO yang program kerjanya bisa menjadi model penarikan dan penaduran ulang sampah kemasan.
“Produsen lain bisa bergabung (dengan IPRO) untuk sharing knowledge dan sumber daya. Meski penanganan sampah bisa dilakukan sendiri, tapi dengan bergabung (dengan IPRO) pekerjaan menjadi lebih ringan dan efektif, ” ujarnya.
IPRO adalah sebuah organisasi non-profit yang bersifat sukarela, besutan Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE). IPRO bergerak secara independen dan dikelola secara profesional, serta berfokus pada peningkatan pengumpulan dan pendauran ulang kemasan bekas.
General Manager IPRO Zul Martini Indrawati menyatakan, pihaknya mengundang lebih banyak produsen untuk bergabung. Saat ini telah tercatat 11 anggota IPRO, yakni, Coca Cola Indonesia, Danone Indonesia, Indofood Sukses Makmur, Nestle Indonesia, Tetra Pak Indonesia, Unilever, HM. Sampoerna, SIG, SC Johnson, Suntory Garuda Beverage (SGB), dan L’OREAL
“Kolaborasi menjadi hal yang penting, dimana pemerintah yang memiliki regulasi dapat memfasilitasi infraktruktur dan sektor privat dapat mendorong penanganan sampah secara terintegrasi,” katanya.
Martini mengatakan, sejak 1 Januari 2021 IPRO telah membangun kerja sama multipihak untuk meningkatkan pengumpulan dan pendauran ulang sampah kemasan. Hingga saat ini, ada lima jenis material yang pengumpulan dan pendauran ulangnya ditingkatkan, yakni jenis material kemasan PET (Polyethylene Terephthalate), UBC (Used Beverage Carton), HDPE (High-density polyethylene), MLP (Multi-Layered Packaging dan PP (Polyproylene).
“Produsen lain bisa bergabung (dengan IPRO) untuk sharing knowledge dan sumber daya. Meski penanganan sampah bisa dilakukan sendiri, tapi dengan bergabung (dengan IPRO) pekerjaan menjadi lebih ringan dan efektif, ” ujarnya.
IPRO adalah sebuah organisasi non-profit yang bersifat sukarela, besutan Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE). IPRO bergerak secara independen dan dikelola secara profesional, serta berfokus pada peningkatan pengumpulan dan pendauran ulang kemasan bekas.
General Manager IPRO Zul Martini Indrawati menyatakan, pihaknya mengundang lebih banyak produsen untuk bergabung. Saat ini telah tercatat 11 anggota IPRO, yakni, Coca Cola Indonesia, Danone Indonesia, Indofood Sukses Makmur, Nestle Indonesia, Tetra Pak Indonesia, Unilever, HM. Sampoerna, SIG, SC Johnson, Suntory Garuda Beverage (SGB), dan L’OREAL
“Kolaborasi menjadi hal yang penting, dimana pemerintah yang memiliki regulasi dapat memfasilitasi infraktruktur dan sektor privat dapat mendorong penanganan sampah secara terintegrasi,” katanya.
Martini mengatakan, sejak 1 Januari 2021 IPRO telah membangun kerja sama multipihak untuk meningkatkan pengumpulan dan pendauran ulang sampah kemasan. Hingga saat ini, ada lima jenis material yang pengumpulan dan pendauran ulangnya ditingkatkan, yakni jenis material kemasan PET (Polyethylene Terephthalate), UBC (Used Beverage Carton), HDPE (High-density polyethylene), MLP (Multi-Layered Packaging dan PP (Polyproylene).
Lihat Juga :