Tangani Sampah Kemasan, KLHK Imbau Produsen Bergabung ke IPRO
Kamis, 06 Oktober 2022 - 21:17 WIB
loading...
Talkshow bertajuk Circularity in Action: Peran IPRO dalam Mendorong Ekonomi Sirkular Kemasan Bekas Pakai di Jakarta Convention Center, Kamis (6/10/2022). Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sampah merupakan masalah nasional yang perlu dikelola secara holistik, sistematis, dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Tantangan untuk menuntaskan masalah sampah sangat besar walau pemerintah telah membuat regulasi.
Regulasi tersebut antara lain Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
“Saat ini, pengurangan sampah baru mencapai 16 persen, sedangkan pada konteks penanganan baru di angka 50 sampai 60 persen. Masih ada gap yang cukup besar, masih banyak sampah yang bocor ke lingkungan, sekitar 20 sampai 30 persen,” ujar Kepala Sub Direktorat Tata Laksana Produsen Direktorat Pengurangan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ujang Solihin Sidik.
Hal itu disampaikan Ujang dalam talkshow bertajuk “Circularity in Action: Peran IPRO dalam Mendorong Ekonomi Sirkular Kemasan Bekas Pakai” di Jakarta Convention Center, Kamis (6/10/2022). Acara ini diprakarsai oleh Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO).
Baca juga: Atasi Masalah Sampah yang Kian Memprihatinkan, Perlu Kolaborasi Semua Pihak
Talkshow tersebut merupakan rangkaian kegiatan The 5th Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) 2022 ke-5. Uso, sapaan Ujang Solihin, menuturkan, pemerintah optimistis jika semua pihak mau berkolaborasi maka sampah bisa ditangni secara ekonomi sirkular.
Regulasi tersebut antara lain Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
“Saat ini, pengurangan sampah baru mencapai 16 persen, sedangkan pada konteks penanganan baru di angka 50 sampai 60 persen. Masih ada gap yang cukup besar, masih banyak sampah yang bocor ke lingkungan, sekitar 20 sampai 30 persen,” ujar Kepala Sub Direktorat Tata Laksana Produsen Direktorat Pengurangan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ujang Solihin Sidik.
Hal itu disampaikan Ujang dalam talkshow bertajuk “Circularity in Action: Peran IPRO dalam Mendorong Ekonomi Sirkular Kemasan Bekas Pakai” di Jakarta Convention Center, Kamis (6/10/2022). Acara ini diprakarsai oleh Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO).
Baca juga: Atasi Masalah Sampah yang Kian Memprihatinkan, Perlu Kolaborasi Semua Pihak
Talkshow tersebut merupakan rangkaian kegiatan The 5th Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) 2022 ke-5. Uso, sapaan Ujang Solihin, menuturkan, pemerintah optimistis jika semua pihak mau berkolaborasi maka sampah bisa ditangni secara ekonomi sirkular.
Lihat Juga :