Emak-emak Istri Nelayan Unjuk Rasa Bawa Gurita Raksasa di Depan Kantor Gubernur Sulsel
Rabu, 05 Oktober 2022 - 23:54 WIB
loading...
A
A
A
Warga Pulau Kodingareng, Sita mengatakan, selama tambang pasir laut mengeruk Kepulauan Spermonde di tahun 2020, ada banyak perubahan terjadi.
"Kami mengalami penderitaan sosial-ekonomi dan wilayah tangkap nelayan rusak parah, seperti pendapatan nelayan menurun drastis hampir 90 persen, perubahan arus dan kedalaman laut, air laut menjadi keruh. Terumbu karang rusak dan mengalami keputihan (bleaching) akibat sedimentasi tambang pasir laut," teriaknya saat aksi.
Kepala Departemen Advokasi dan Kajian Walhi Sulsel, Slamet Riadi mengungkapkan, awal mula rendahnya pendapatan nelayan perempuan pesisir dan pulau-pulau kecil saat adanya aktivitas tambang pasir laut sejak 2017.
Baca juga: Pesta HUT ke-353 Sulsel Libatkan Masyarakat, Gelar Olahraga Tradisional hingga Lomba Memasak
"Kami mengalami penderitaan sosial-ekonomi dan wilayah tangkap nelayan rusak parah, seperti pendapatan nelayan menurun drastis hampir 90 persen, perubahan arus dan kedalaman laut, air laut menjadi keruh. Terumbu karang rusak dan mengalami keputihan (bleaching) akibat sedimentasi tambang pasir laut," teriaknya saat aksi.
Kepala Departemen Advokasi dan Kajian Walhi Sulsel, Slamet Riadi mengungkapkan, awal mula rendahnya pendapatan nelayan perempuan pesisir dan pulau-pulau kecil saat adanya aktivitas tambang pasir laut sejak 2017.
Baca juga: Pesta HUT ke-353 Sulsel Libatkan Masyarakat, Gelar Olahraga Tradisional hingga Lomba Memasak
Lihat Juga :