Pemuda Keerom Imbau Tokoh Adat dan Gereja Mediasi Kasus Lukas Enembe

Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:50 WIB
loading...
Pemuda Keerom Imbau Tokoh Adat dan Gereja Mediasi Kasus Lukas Enembe
Tokoh pemuda dari Keerom, Ferdinand Tuamis membedah implikasi penetapan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan kasus korupsi oleh KPK. Foto/Ist
A A A
KEEROM - Implikasi dari penetapan Gubernur Papua, Lukas Enembe menjadi tersangka dugaan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibedah oleh tokoh pemuda dari Keerom, Ferdinand Tuamis.

Mantan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) ini mengatakan, respons masyarakat Papua terhadap persoalan Lukas Enembe ada dua jenis. Pertama, respons bersifat politik, kedua respons sosial.

Baca juga: KPK Minta Lukas Enembe Kooperatif

Ferdinand menjelaskan, respons sosial datang dari kelompok-kelompok masyarakat yang pro ke Lukas Enembe. Ada kelompok mahasiswa, kelompok profesi, keluarga dan lain-lain.

Dia menyebut bahwa mereka tahu ketika terjadi penyelewengan dalam penyelenggaraan pemerintahan, ada konsekuensinya hukumnya.

“Tetapi mereka itu justru sekarang sedang membentengi sehingga akses untuk penanganan hukum terhambat. Pertanyaannya, faktor apa yang mendorong mereka berbuat begitu?,” kata Ferdinand di Keerom, Rabu (5/10/2022).

Menurut Ferdinand, kelompok yang membentengi Lukas Enembe dilatari faktor emosional. Ketokohan Lukas Enembe membuat mereka melakukan proteksi. Proteksi dilakukan karena mereka merasa Lukas Enembe dipolitisir.

Baca juga: Mengadu ke DPR Papua, Keluarga Lukas Enembe Bawa Surat Isinya 40 Orang Siap Perang

Sementara di pihak lain, ada prosedur hukum yang harus ditegakkan. Pemanggilan ketiga pasti akan dilakukan, dan mungkin ada penjemputan paksa. Masyarakat akan merespon, para pendukung Lukas Enembe pasti tidak diam, dan aparat penegak hukum juga akan merespons.

“Aparatur datang dengan alat kelengkapan negara, masyarakat hadapi dengan tangan kosong. Di sinilah bahayanya, masyarakat bisa jadi korban,” tegas Ferdinand.

Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1182 seconds (10.177#12.26)