Polusi Udara di Bojonegoro Lebihi Ambang Batas WHO, Ancam Kesehatan Warga
Selasa, 04 Oktober 2022 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
“Kami menyayangkan belum adanya alat pengukur kualitas udara di Bojonegoro, sehingga masyarakat tidak bisa antisipasi,” ungkapnya, Selasa (4/10/2022).
Menurutnya, informasi mengenai kualitas atau polusi udara ini sangat penting, mengingat dampak tingkat polutan PM 2.5 amat berbahaya.
“Kami berharap para pemangku kepentingan serius memperhatikan hal tersebut,” tambah Saiful, di sela-sela diskusi yang diselenggarakan Suket Indonesia. Suket sendiri merupakan sebuah program kolaborasi komunitas masyarakat sipil dan jurnalis di Bojonegoro yang punya perhatian (concern) dan fokus bergerak di bidang isu lingkungan.
Fungssional Pengendali Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Bojonegoro Tuti Pramiatun saat dikonfirmasi mengatakan jika hasil uji udara yang dilakukan pada akhir Mei 2022 kemarin nilai pm 2.5 = 88.22.
“Sesuai Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kualitas udara itu termasuk kategori sedang,” ungkapnya.
Menurutnya, informasi mengenai kualitas atau polusi udara ini sangat penting, mengingat dampak tingkat polutan PM 2.5 amat berbahaya.
“Kami berharap para pemangku kepentingan serius memperhatikan hal tersebut,” tambah Saiful, di sela-sela diskusi yang diselenggarakan Suket Indonesia. Suket sendiri merupakan sebuah program kolaborasi komunitas masyarakat sipil dan jurnalis di Bojonegoro yang punya perhatian (concern) dan fokus bergerak di bidang isu lingkungan.
Fungssional Pengendali Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Bojonegoro Tuti Pramiatun saat dikonfirmasi mengatakan jika hasil uji udara yang dilakukan pada akhir Mei 2022 kemarin nilai pm 2.5 = 88.22.
“Sesuai Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kualitas udara itu termasuk kategori sedang,” ungkapnya.
(msd)
Lihat Juga :