Kisah Rahmat Santoso, Penjual Molen Rp500 Sukses Bangun 2 Rumah hingga Buka Lapangan Kerja

Senin, 03 Oktober 2022 - 21:40 WIB
loading...
Kisah Rahmat Santoso, Penjual Molen Rp500 Sukses Bangun 2 Rumah hingga Buka Lapangan Kerja
Inilah Rahmat Santoso, penjual molen Rp500 yang sukses bangun 2 rumah, menyekolahkan anak hingga buka lapangan kerja. Foto: MPI/Subhan Sabu
A A A
MANADO - Rahmat Santoso (49), warga Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara berhasil membangun dua rumah dan membuka lapangan kerja dari usahanya menjual pisang molen mini seharga Rp500.

Sebelum menggeluti usaha molen, pria asal Sragen itu bekerja sebagai pegawai honorer di salah satu kementerian. Tahunan bekerja, Rahmat memutuskan berhenti untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik.

“Dulu saya menjadi pegawai honorer, kemudian saya putuskan untuk berhenti,” katanya saat ditemui satu di antara tenantnya di Alfamart Ir Soekarno Airmadidi, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Pesta Miras di Kelas, 9 Siswa SMK Negeri 2 Bitung Dikeluarkan

Berhenti menjadi pegawai honorer, dia kemudian banting setir menjadi kontraktor rumah. Ini dilakukan untuk melanjutkan kehidupan, memberi nafkah kepada keluarga, yang merupakan tanggung jawabnya. Pada saat itu, kebetulan rumah yang akan dibangunnya berada di Manado.



Pada saat itu, dia amati sekitar Universitas Klabat (Unklab) Airmadidi, begitu ramai cocok untuk membuka usaha. Dia kemudian belajar kepada satu di antara saudaranya yang berada di Bitung yang telah terlebih dahulu membuka usaha, yaitu jualan molen mini Rp500.

Selama dua bulan dia belajar membuat adonan, sehingga menjadi kue molen yang lezat untuk dinikmati. Saat dirasa sudah mampu membuat adonan, dia kemudian membuka usaha sendiri, di depan Unklab, Airmadidi. “Awalnya menggunakan gerobak, di depan Unklab. Pada 2016 lalu,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Faiqotul Hikmah, Belikan Ibunda TV dan Perhiasan sebelum Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan

Dia merasa bersyukur, karena pada awal membuka usaha, sambutan dari masyarakat cukup bagus. Molen mini yang dijualnya Rp500 selalu habis terjual. Pundi-pundi rupiah pun didapatnya.

"Pembeli terus berdatangan karena bentuknya yang mini, serta tentu saja rasanya yang lezat," katanya.

Setelah kondisi usahanya telah stabil, barulah kemudian dia memboyong keluarganya untuk ke Manado. Usahanya dari tahun ke tahun terus berkembang, hingga saat ini memiliki 10 tenant yang tersebar di beberapa gerai Alfamart dan tempat lainnya.

Baca juga: PNM Bersama Kementerian Koperasi dan UKM Gelar Pelatihan NIB Bagi Perempuan Ultra Mikro di Manado

Dia bersyukur dari berjualan molen mini Rp500 berhasil menyekolahkan anak, membeli 2 rumah, 3 kapling dan membuka lapangan pekerjaan. "Saya bersyukur dengan hasil saat ini," ungkapnya.

Untuk meningkatkan penjualan, dirinya juga menyediakan gorengan lainnya seperti tahu dan tempe. "Dua jenis gorengan tersebut hanya sebagai pelengkap saja, yang utamanya molen," tandasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2440 seconds (10.55#12.26)