3 Jenazah Korban Kebrutalan KKB Disambut Isak Tangis Keluarga di Makassar
Minggu, 02 Oktober 2022 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga jenazah ini diketahui bernama, Abbas (40), Sudarmin (50) dan Armin (45). Mereka merupakan pekerja proyek di Teluk Bintuni Papua Barat yang tewas mengenaskan setelah dibacok kemudian dibakar oleh KKB saat sedang bekerja di lokasi proyek.
Dari pantauan, tangis haru sejumlah kerabat dan keluarga tak terbendung saat ketiga peti jenazah diturunkan dari pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 3941 kemudian dikeluarkan dari terminal kargo dan dimasukan ke dalam ambulans untuk selanjutnya diberangkatkan melalui jalur darat ke kampung halaman masing-masing di Kabupaten Pinrang dan Kota Makassar untuk dikebumikan.
Baca juga: Serangan Bersenjata KKB di Teluk Bintuni Hambat Pembangunan
Keluarga korban, Wardah mengatakan, Abas bersama sang istri dan anak-anaknya sudah sekitar 20 tahunan tinggal di Papua. "Disana mereka bekerja sebagai operator alat berat, pas kejadian malam sekitar hari Kamis itu saya dapat kabar kalau keluarga menjadi korban," tuturnya.
Dia berharap pemerintah bisa lebih tegas dalam menangani persoalan ini. Apalagi tak sedikit nyawa yang sudah melayang akibat KKB. "Ini kita mau jemput untuk dikebumikan di kampung halaman di Pinrang," katanya
Dari pantauan, tangis haru sejumlah kerabat dan keluarga tak terbendung saat ketiga peti jenazah diturunkan dari pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 3941 kemudian dikeluarkan dari terminal kargo dan dimasukan ke dalam ambulans untuk selanjutnya diberangkatkan melalui jalur darat ke kampung halaman masing-masing di Kabupaten Pinrang dan Kota Makassar untuk dikebumikan.
Baca juga: Serangan Bersenjata KKB di Teluk Bintuni Hambat Pembangunan
Keluarga korban, Wardah mengatakan, Abas bersama sang istri dan anak-anaknya sudah sekitar 20 tahunan tinggal di Papua. "Disana mereka bekerja sebagai operator alat berat, pas kejadian malam sekitar hari Kamis itu saya dapat kabar kalau keluarga menjadi korban," tuturnya.
Dia berharap pemerintah bisa lebih tegas dalam menangani persoalan ini. Apalagi tak sedikit nyawa yang sudah melayang akibat KKB. "Ini kita mau jemput untuk dikebumikan di kampung halaman di Pinrang," katanya
Lihat Juga :