Cerita Kengerian saat Tragedi Kerusuhan Pecah di Stadion Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
Hingga Minggu (2/10/2022) siang, Helmi masih merasakan matanya pedih dan sesak napas. Dia datang sendirian ke Posko Layanan Informasi Tragedi Kanjuruhan yang ada di depan Balai Kota Malang. Di posko tersebut, Helmi akhirnya mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: 10 Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan Teridentifikasi Lewat Foto, Keluarga Histeris
Kepiluan juga dirasakan Priyono. Warga Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang tersebut, harus kehilangan puteranya, Jefri akibat tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya.
Bahkan, dia harus menunggu ambulans dari Gedangan, selama berjam-jam untuk membawa pulang jenazah anaknya. "Anak saya ini mondok di wilayah Gondanglegi. Kadang-kadang memang nonton Arema tanding," ungkapnya menahan kepiluan.
Ratusan orang suporter, dan dua polisi menjadi korban tewas dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Mereka rata-rata mengalami sesak napas akibat gas air mata, dan terinjak-injak saat hendak ke luar stadion.
Baca juga: 10 Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan Teridentifikasi Lewat Foto, Keluarga Histeris
Kepiluan juga dirasakan Priyono. Warga Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang tersebut, harus kehilangan puteranya, Jefri akibat tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya.
Bahkan, dia harus menunggu ambulans dari Gedangan, selama berjam-jam untuk membawa pulang jenazah anaknya. "Anak saya ini mondok di wilayah Gondanglegi. Kadang-kadang memang nonton Arema tanding," ungkapnya menahan kepiluan.
Ratusan orang suporter, dan dua polisi menjadi korban tewas dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Mereka rata-rata mengalami sesak napas akibat gas air mata, dan terinjak-injak saat hendak ke luar stadion.
(eyt)
Lihat Juga :