Waspadai Kebangkitan Paham Komunis, Masyumi Gelar Nobar Film G30S/PKI
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 02:25 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, ada sejumlah anak dari tokoh PKI menuntut pemerintah Indonesia untuk meminta maaf kepada anak keturunan tokoh-tokoh PKI.
"Para kader PKI yang masih ada, terutama anak keturunannya, menyimpan dendam kesumat kepada bangsa ini, dan mereka terus berjuang dengan caranya. Makanya, kami selalu mengingatkan seluruh masyarakat khususnya kader Masyumi, untuk selalu waspada terhadap gerakan PKI Gaya baru," tegasnya.
Yasir mencontohkan sejumlah upaya yang dilakukan para kader PKI gaya baru ialah berusaha masuk lewat jaringannya di legislatif dan eksekutif untuk mencabut TAP XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI. Sebab payung hukum itu dianggap menjadi penghalang bagi kader paham komunis untuk bangkit kembali.
"Beragam cara dilakukan agar paham itu bisa kembali tumbuh dan berkembang. Mereka memang tidak lagi menggunakan nama PKI sebagai partai politiknya, tapi kader-kadernya sudah masuk dan menyusup ke parlemen dan pemerintahan melalui partai politik," tegasnya.
Film bernuansa sejarah yang disutradarai dan ditulis Arifin C. Noer ini menceritakan tentang pengkhianatan G30S PKI dirilis pada 1984 setelah digarap selama dua tahun dengan biaya produksi mencapai Rp800 juta. Irfan Maulana/MPI
"Para kader PKI yang masih ada, terutama anak keturunannya, menyimpan dendam kesumat kepada bangsa ini, dan mereka terus berjuang dengan caranya. Makanya, kami selalu mengingatkan seluruh masyarakat khususnya kader Masyumi, untuk selalu waspada terhadap gerakan PKI Gaya baru," tegasnya.
Yasir mencontohkan sejumlah upaya yang dilakukan para kader PKI gaya baru ialah berusaha masuk lewat jaringannya di legislatif dan eksekutif untuk mencabut TAP XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI. Sebab payung hukum itu dianggap menjadi penghalang bagi kader paham komunis untuk bangkit kembali.
"Beragam cara dilakukan agar paham itu bisa kembali tumbuh dan berkembang. Mereka memang tidak lagi menggunakan nama PKI sebagai partai politiknya, tapi kader-kadernya sudah masuk dan menyusup ke parlemen dan pemerintahan melalui partai politik," tegasnya.
Film bernuansa sejarah yang disutradarai dan ditulis Arifin C. Noer ini menceritakan tentang pengkhianatan G30S PKI dirilis pada 1984 setelah digarap selama dua tahun dengan biaya produksi mencapai Rp800 juta. Irfan Maulana/MPI
(cip)
Lihat Juga :