Waspadai Kebangkitan Paham Komunis, Masyumi Gelar Nobar Film G30S/PKI
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 02:25 WIB
loading...
DPD Masyumi Jakarta Timur menggelar nonton bareng (Nobar) film pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam Gerakan 30 September 1965 G30S/PKI. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Masyumi Jakarta Timur menggelar nonton bareng (Nobar) film pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam Gerakan 30 September 1965 G30S/PKI
Nobar yang berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Masyumi, Jalan Matraman Raya Jakarta tersebut, untuk mengenang kekejaman PKI dalam upaya mengambil alih kekuasaan dengan cara melakukan pembantaian sejumlah dewan jenderal, para tokoh masyarakat, santri dan ulama.
Peristiwa tragis yang menjadi catatan kelam bangsa Indonesia itu, menurut Ketua DPD Masyumi Jakarta Timur Yasir Arafat Thalib merupakan momen penting bagi masyarakat umum, khususnya kader dan simpatisan Masyumi, untuk mewaspadai bangkitnya sel-sel kekejaman PKI di Indonesia.
Baca juga: Sejarah G30S PKI: Latar Belakang, Tujuan, dan Kronologinya
Secara organisasi, PKI memang sudah dilarang untuk kembali hidup di Indonesia namun ideologi komunis masih melekat di antara anak keturunannya. Tanda-tanda itu, lanjut Yasir Arafat Thalib sudah mulai muncul sejak sepuluh tahun lalu dengan wajah baru.
Nobar yang berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Masyumi, Jalan Matraman Raya Jakarta tersebut, untuk mengenang kekejaman PKI dalam upaya mengambil alih kekuasaan dengan cara melakukan pembantaian sejumlah dewan jenderal, para tokoh masyarakat, santri dan ulama.
Peristiwa tragis yang menjadi catatan kelam bangsa Indonesia itu, menurut Ketua DPD Masyumi Jakarta Timur Yasir Arafat Thalib merupakan momen penting bagi masyarakat umum, khususnya kader dan simpatisan Masyumi, untuk mewaspadai bangkitnya sel-sel kekejaman PKI di Indonesia.
Baca juga: Sejarah G30S PKI: Latar Belakang, Tujuan, dan Kronologinya
Secara organisasi, PKI memang sudah dilarang untuk kembali hidup di Indonesia namun ideologi komunis masih melekat di antara anak keturunannya. Tanda-tanda itu, lanjut Yasir Arafat Thalib sudah mulai muncul sejak sepuluh tahun lalu dengan wajah baru.
Lihat Juga :