Kisah Ki Ageng Enis, Guru Jaka Tingkir dan Leluhur Raja Mataram
Jum'at, 30 September 2022 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Dengan demikian, Kiai Ageng Enis adalah leluhur raja-raja Mataram yang kemudian melahirkan peradaban kerajaan baru seperti Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Mangkunegaran dan Pakualaman.
Dahulu sebelum Ki Ageng Enis hadir dan hijrah, Pengging dikenal sebagai peradaban Hindu, masuknya Islam di tanah Pengging tidak luput dari peran serta Ki Ageng Enis. Laweyan yang saat itu merupakan wilayah kekuasaan Kadipaten Pengging masyarakat di sekitarnya masih menganut Hinduisme.
Ki Ageng Beluk, teman Ki Ageng Enis, dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat Laweyan. Ki Ageng Beluk seorang penganut agama Hindu, namun karena dakwah yang dilakukan oleh Ki Ageng Enis di Laweyan, membuat Ki Ageng Beluk tertarik memeluk agama Islam.
Baca juga: Kisah Mpu Gandring, Pembuat Keris yang Jadi Langganan Bangsawan Pulau Jawa
Ki Ageng Beluk kemudian menyerahkan bangunan pura Hindu miliknya kepada Ki Ageng Enis untuk dibangun menjadi sebuah masjid. Sejak saat itu Ki Ageng Enis mulai bermukim di Desa Laweyan pada tahun 1546, tepatnya di sebelah utara pasar Laweyan yang kini bernama Kampung Lor Pasar Mati.
Dahulu sebelum Ki Ageng Enis hadir dan hijrah, Pengging dikenal sebagai peradaban Hindu, masuknya Islam di tanah Pengging tidak luput dari peran serta Ki Ageng Enis. Laweyan yang saat itu merupakan wilayah kekuasaan Kadipaten Pengging masyarakat di sekitarnya masih menganut Hinduisme.
Ki Ageng Beluk, teman Ki Ageng Enis, dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat Laweyan. Ki Ageng Beluk seorang penganut agama Hindu, namun karena dakwah yang dilakukan oleh Ki Ageng Enis di Laweyan, membuat Ki Ageng Beluk tertarik memeluk agama Islam.
Baca juga: Kisah Mpu Gandring, Pembuat Keris yang Jadi Langganan Bangsawan Pulau Jawa
Ki Ageng Beluk kemudian menyerahkan bangunan pura Hindu miliknya kepada Ki Ageng Enis untuk dibangun menjadi sebuah masjid. Sejak saat itu Ki Ageng Enis mulai bermukim di Desa Laweyan pada tahun 1546, tepatnya di sebelah utara pasar Laweyan yang kini bernama Kampung Lor Pasar Mati.
Lihat Juga :