Ketua DPRD Gresik Nilai Satgas Tak Serius Tangani COVID-19

Jum'at, 03 Juli 2020 - 19:06 WIB
loading...
Ketua DPRD Gresik Nilai...
Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani saat inspeksi mendadak ke laboratorium klinik di Jalan Panglima Sudirman. Foto/SINDOnews/Ashadi Ik
A A A
GRESIK - Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani menilai Satgas Pencegahan COVID-19 tidak serius tangani virus corona baru atau COVID-19. Para calon mahasiswa kesulitan rapid test.

Hal itu diungkapkan sidak laboratorium klinik di Jalan Panglima Sudirman Gresik, Jumat (3/7/2020). (Baca juga: Kalau Hasil Rapid Test Reaktif, Bagaimana Status Peserta UTBK? )

Politisi PKB yang disapa Gus Yani mendapat keluhan calon mahasiswa tidak adanya rapid test dari Pemerintah Kabupaten Pemkab Gresik.

Sejumlah pemuda di lokasi itu langsung ditemui Gus Yani. Mendengar langsung keluhan remaja yang akan menjalani tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di perguruan tinggi Surabaya itu.

"Di Puskesmas tidak ada rapid test. Makanya kami kesini meskipun jauh," kata Salman, Alumni SMAN 1 Sidayu yang sedang menunggu panggilan antrean rapid test.

Dia mengaku berangkat dari rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB. Bersama tiga temannya mengendarai sepeda motor. Rencana awal mau rapid test ke Puskesmas Sidayu atau Bungah.

Sayangnya, kedua fasilitas kesehatan itu tidak menyediakan rapid test. Malah disarankan langsung ke RSUD Ibnu Sina Gresik. "Di sana (Ibnu Sina) lebih mahal harganya," kata dia.

Sementara di laboratorium klinik Jalan Panglima Sudirman hanya dibanderol Rp199.000. Harga itu merupakan diskon. "Besok tanggal 5 sudah tes UTBK. Makanya saya rela jauh-jauh dari Sidayu ke Gresik," kata remaja 18 tahun itu.

Gus Yani mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Di sisi lain, ratusan pemuda rela antre demi rapid test. Sedangkan pemerintah tidak hadir di tengah situasi seperti ini.

"Ini menunjukkan bahwa Pemkab Gresik tidak siap dan kurang serius. Kasihan mereka yang mau ikut UTBK besok," kata politisi PKB itu.

Menurut dia, Pemkab Gresik harusnya hadir. Jangan kalah dengan swasta yang justru memberi diskon kepada calon mahasiswa baru. "Swasta saja bisa lebih murah," ujar Gus Yani.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Harapan Ketua PWNU...
Ini Harapan Ketua PWNU Jatim untuk Pasangan Niat di Pilkada Gresik
Anggota dan Pegawai...
Anggota dan Pegawai DPRD Gresik di-Rapid Test, Ada yang Reaktif
Rekomendasi
10 Sekolah Kedinasan...
10 Sekolah Kedinasan Gratis yang Banyak Diburu di 2024, Lulus Jadi PNS
1 Juta Pemudik Belum...
1 Juta Pemudik Belum Balik Jakarta, Menhub Optimistis Teratasi dengan One Way Nasional
Drama 5 Set! Megawati...
Drama 5 Set! Megawati Hangestri Menggila, Red Sparks Paksa Final Liga Voli Korea ke Laga Penentuan
Berita Terkini
Kisah Heroik Legenda...
Kisah Heroik Legenda Kopassus Pratu Suparlan Hadapi Ratusan Musuh di Belantara Timor Timur
11 menit yang lalu
Pemudik Bermotor Merayap...
Pemudik Bermotor Merayap 10 Km Per Jam di Jalur Pantura Cirebon ke Arah Jakarta
43 menit yang lalu
Tol Cipali Padat di...
Tol Cipali Padat di Puncak Arus Balik Lebaran, 64.200 Kendaraan Melintas dalam 12 Jam
1 jam yang lalu
16.274 Penumpang Kereta...
16.274 Penumpang Kereta Api Arus Balik Lebaran Tiba di Stasiun Gambir
2 jam yang lalu
Parah! Keluarga Pasien...
Parah! Keluarga Pasien Diduga Aniaya Satpam Rumah Sakit hingga Muntah Darah dan Kejang-kejang
3 jam yang lalu
30.294 Penumpang Kereta...
30.294 Penumpang Kereta Api Arus Balik Lebaran Berangkat dari Daop 4 Semarang
4 jam yang lalu
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved