Lindungi Kesehatan Masyarakat, Pakar Kesehatan Dukung Regulasi BPA di Kemasan Plastik
Jum'at, 23 September 2022 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono berpendapat regulasi pelabelan BPA harus segera diwujudkan demi melindungi kesehatan dan keselamatan publik. Pandu mewanti-wanti agar kalangan industri tak perlu berlebihan dalam merespons regulasi tersebut.
"BPA berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan publik. Di samping itu, regulasi pelabelan BPA justru menjadi upaya dalam mengedukasi masyarakat," kata Pandu.
Pandu mengingatkan bahaya BPA yang fungsinya menjadikan plastik keras dan jernih tembus pandang. Tetapi bisa berpindah ke makanan atau minuman. Banyak penelitian menunjukkan kandungan BPA sudah ditemukan pada cairan kemih dan pada binatang.
Baca juga: BPOM Tegaskan Pelabelan BPA untuk Lindungi Kesehatan Masyarakat
“Kekhawatiran bahaya BPA bersifat global. Di banyak negara, terdapat regulasi yang mengatur kemasan pangan tidak diperbolehkan menggunakan wadah yang mengandung BPA. Di beberapa negara bahkan ada kewajiban pelabelan Free BPA atau bebas BPA. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat," katanya.
Pandu menambahkan, penelitian dan riset mutakhir menunjukkan BPA juga dapat berdampak pada gangguan hormon kesuburan pria maupun wanita.
"BPA berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan publik. Di samping itu, regulasi pelabelan BPA justru menjadi upaya dalam mengedukasi masyarakat," kata Pandu.
Pandu mengingatkan bahaya BPA yang fungsinya menjadikan plastik keras dan jernih tembus pandang. Tetapi bisa berpindah ke makanan atau minuman. Banyak penelitian menunjukkan kandungan BPA sudah ditemukan pada cairan kemih dan pada binatang.
Baca juga: BPOM Tegaskan Pelabelan BPA untuk Lindungi Kesehatan Masyarakat
“Kekhawatiran bahaya BPA bersifat global. Di banyak negara, terdapat regulasi yang mengatur kemasan pangan tidak diperbolehkan menggunakan wadah yang mengandung BPA. Di beberapa negara bahkan ada kewajiban pelabelan Free BPA atau bebas BPA. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat," katanya.
Pandu menambahkan, penelitian dan riset mutakhir menunjukkan BPA juga dapat berdampak pada gangguan hormon kesuburan pria maupun wanita.
Lihat Juga :