Reaksi Geram Warganet terhadap Koordinasi Penanganan COVID-19 di Surabaya
Jum'at, 03 Juli 2020 - 09:34 WIB
loading...
Sebuah video viral beredar luas di lini masa, memperlihatkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tengah menangis dan bersujud di hadapan dokter.(Ist)
A
A
A
SURABAYA - Sebuah video viral beredar luas di lini masa, memperlihatkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tengah menangis dan bersujud di hadapan dokter. Hal itu terjadi pada saat dirinya menggelar pertemuan dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan para direktur rumah sakit di Kota Surabaya, Senin (29/06/2020).
Dalam hal tersebut, Risma mengakui bahwa penyebab dirinya melakukan aksi tersebut lantaran ia merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan pihak rumah sakit.
Namun, belakangan muncul bantahan akan pengakuan dari Risma tersebut. Mulai dari Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya itu sendiri, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes)nya. Dan juga bantahan langsung dari pihak RSUD dr Soetomo. "Kalau tidak koordinasi, pasti kami tidak punya data," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita.
Joni Wahyuhadi selaku Dirut RSUD dr Soetomo pun turut membantah. Ia mengakui bahwa pihaknya belum pernah dikontak oleh Risma. Karena dirinya tidak mungkin untuk menghubungi Risma. Alasannya, dia yang merupakan warga Surabaya merasa hanya sebagai rakyat biasa di Kota Pahlawan.
"Kalau saya nelpon Ibu Wali Kota (Risma) kan enggak mungkin. Saya kan rakyat biasa. KTP saya Surabaya. Kecuali kalau Ibu Wali Kota nelpon saya, saya baru berani nelpon. Tapi, belum pernah," kata Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/6/2020) lalu.
Dalam hal tersebut, Risma mengakui bahwa penyebab dirinya melakukan aksi tersebut lantaran ia merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan pihak rumah sakit.
Namun, belakangan muncul bantahan akan pengakuan dari Risma tersebut. Mulai dari Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya itu sendiri, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes)nya. Dan juga bantahan langsung dari pihak RSUD dr Soetomo. "Kalau tidak koordinasi, pasti kami tidak punya data," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita.
Joni Wahyuhadi selaku Dirut RSUD dr Soetomo pun turut membantah. Ia mengakui bahwa pihaknya belum pernah dikontak oleh Risma. Karena dirinya tidak mungkin untuk menghubungi Risma. Alasannya, dia yang merupakan warga Surabaya merasa hanya sebagai rakyat biasa di Kota Pahlawan.
"Kalau saya nelpon Ibu Wali Kota (Risma) kan enggak mungkin. Saya kan rakyat biasa. KTP saya Surabaya. Kecuali kalau Ibu Wali Kota nelpon saya, saya baru berani nelpon. Tapi, belum pernah," kata Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/6/2020) lalu.
Lihat Juga :