Curi Ponsel di Toko Sembako, Ryan Tidak Berdaya Ditangkap Polisi

Selasa, 20 September 2022 - 13:27 WIB
loading...
Curi Ponsel di Toko Sembako, Ryan Tidak Berdaya Ditangkap Polisi
Pencuri ponsel dibekuk. Foto: Rachmat/SINDOnews
A A A
BANGKA TENGAH - Pelaku pencurian ponsel di toko sembako Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah, dibekuk. Pelaku diketahui bernama Ryan (26), warga Jalan Simpang Jongkong, Kelurahan Simpang Perlang, Kecamatan Koba.

Kasat Reskrim Polres Bangka Tengah, AKP Wawan Suryadinata mengatakan, pengungkapan perkara ini bermula dari adanya laporan korban atas nama Johan (26), warga Jalan Safri Rahman, RT03, Kelurahan Koba.

"Kasus pencurian ini sebelumnya dilaporkan korban yang mengetahui aksi pencurian ditoko miliknya. Korban mengaku telah kehilangan ponsel di tokonya saat melayani pembeli," katanya, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Waspada Pencurian Ponsel di Mesin ATM, Ingat Barang Usai Transaksi

Kejadian bermula ketika pada malam hari, korban masih melayani pembeli di toko miliknya. Namun ketika korban hendak mengambil ponsel miliknya yang diletakkan di atas etalase, ternyata ponsel tersebut sudah tidak ada.

Kejadian pencurian tersebut kemudian dilaporkan oleh korban ke Mapolres Bangka Tengah, di mana kerugian korban mencapai Rp1,7 juta.

"Jadi pada saat kejadian, korban menaruh curiga terhadap 3 orang yang sedang belanja di tokonya, di mana salah satunya diketahui bernama Ryan. Atas dasar informasi tersebut, tim tindak Kosta Reskrim Polres Bangka Tengah, akhirnya melakukan penyelidikan," sambungnya.

Baca: Miris! Anak di Mataram Polisikan Ibu Kandung karena Dugaan Pencurian Ponsel

Tidak butuh waktu lama, polisi lalu mengamankan Ryan, pada Selasa 20 September 2022. Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan. Kepada polisi, pelaku juga mengakui perbuatannya.

Saat ini pun pelaku telah di amankan di Mapolres Bangka Tengah untuk proses hukum selanjutnya.

"Saat ini pelaku sudah kita amankan di Polres Bangka Tengah bersama barang bukti. Pelaku akan kita jerat dengan Pasal 363 KUHP, Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara," tukasnya.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1367 seconds (10.177#12.26)