Besok, Ribuan Buruh dan Ojol Geruduk Kantor Ridwan Kamil dan DPRD Jabar

Selasa, 20 September 2022 - 13:03 WIB
loading...
Besok, Ribuan Buruh dan Ojol Geruduk Kantor Ridwan Kamil dan DPRD Jabar
Driver ojol. Foto: Istimewa
A A A
BANDUNG - Ribuan buruh dari berbagai daerah, di Jawa Barat, bersama driver online akan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Aksi demonstrasi buruh akan dimulai pukul 11.00 WIB, dimulai dengan aksi long march dari Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, menuju Gedung Sate.

Sedangkan massa ojol akan melakukan long march dari timur menuju Jalan AH Nasution, Jalan A Yani, Jalan PHH Mustofa, Surapati, dan berkumpul di Gedung Sate.

Baca juga: Sekda: Ojol Bandung Boleh Bawa Penumpang, Tak Perlu Demo

Sementara dari wilayah barat, para driver ojol akan long march dari Kota Baru Parahyangan, Rajawali, Kebon Kopi, Kebon Jati, Wastukencana, RE Martadinata, dan berkumpul di Gedung Sate.

Rencananya, aksi ojol akan dimulai sejak pukul 09.00 WIB. "Buruh akan mulai long march dari Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat pukul 11.00 dan bergabung dengan ojek online di Jalan Diponegoro," jelas Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, Roy Jinto Ferianto, Selasa (20/9/2022).

Menurut dia, buruh dan ojol sama-sama menggelar kai demonstrasi menolak kenaikan BBM. Pasalnya, upah minimum sejak dua tahun terakhir ini tidak mengalami kenaikan, harga barang dan jasa terus naik melambung tidak sepadan dengan upah yang diterima buruh.

Baca: Jalan Wastukancana Ditutup, Ribuan Ojol Demo di Balaikota Bandung

"Setelah kenaikan BBM inflasi saat ini sudah di atas 4% tentu ini semakin menurunkan daya beli buruh dan warga masyarakat lainnya, di mana upah minimum provinsi dan kabupaten atau kota tidak mengalami kenaikan," jelasnya.

Menurut dia, langkah pemerintah menaikan harga BBM momentumnya tidak tepat karena pandemi baru melandai. Perekonomian baru mau bangkit BBM naik, upah tidak naik membuat posisi buruh menjadi semakin sulit dan terpuruk yang akan menjadi multiplier effect yang besar.

"Dengan disahkan UU Cipta Kerja Omnibus Law beserta turunannya, nasib buruh sudah sangat sulit, sekarang BBM naik seperti pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula, " jelas dia.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1158 seconds (10.177#12.26)