Kisah Syekh Subakir, Usir Jin untuk Bersihkan Tanah Jawa
Selasa, 20 September 2022 - 05:04 WIB
loading...
A
A
A
Versi kedua dari cerita ini adalah bahwa untuk membersihkan wilayah Gunung Tidar dari bangsa jin, Syekh Subakir membawa senjata pusaka berupa Tombak Kiai Panjang. Tombak sakti penolak bala tersebut ditancapkan tepat di Puncak Tidar. Konon, begitu ditancapkan, tombak pusaka itu langsung menciptakan hawa panas di Gunung Tidar.
Para jin pun lari tunggang langgang meninggalkan Gunung Tidar. Sebagian pengikut Sabda Palon dari bangsa jin melarikan diri ke timur dan konon hingga sekarang menempati daerah Gunung Merapi yang masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai wilayah yang angker.
Bahkan sebagian lagi anak buah Sabda Palon ada yang melarikan diri ke alas Roban, dan ke Gunung Srandil. Tombak sakti tersebut saat ini masih dijaga oleh masyarakat dan ditempatkan di Puncak Gunung Tidar dengan nama Makam Tombak Kiai Panjang. Dengan adanya tombak sakti itu, maka amanlah Gunung Tidar dari kekuasaan para jin dan makhluk halus.
Setelah kekuatan penghalang disingkirkan, penyebaran Islam oleh Wali Songo periode pertama menjadi lancar. Syekh Subakir menjadi sangat terkenal dan dikagumi di kalangan para pendekar, penganut ilmu gaib ketika itu.
Karena ketenarannya dan merasa didewakan di tanah Jawa, pada tahun 1462 Masehi, Syekh Subakir pulang ke Persia, Iran. Dia pulang ke Persia, agar masyarakat tidak memujanya dan kembali kepada tauhid yang benar.
Lagi pula, Syekh Subakir harus pulang karena tugasnya untuk membersihkan tanah Jawa dari pengaruh negatif makhluk halus telah selesai. Setelah wafat, posisi Syekh Subakir digantikan oleh Wali Songo lainnya yaitu Sunan Kalijaga.
Diramu dari berbagai sumber.
Para jin pun lari tunggang langgang meninggalkan Gunung Tidar. Sebagian pengikut Sabda Palon dari bangsa jin melarikan diri ke timur dan konon hingga sekarang menempati daerah Gunung Merapi yang masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai wilayah yang angker.
Bahkan sebagian lagi anak buah Sabda Palon ada yang melarikan diri ke alas Roban, dan ke Gunung Srandil. Tombak sakti tersebut saat ini masih dijaga oleh masyarakat dan ditempatkan di Puncak Gunung Tidar dengan nama Makam Tombak Kiai Panjang. Dengan adanya tombak sakti itu, maka amanlah Gunung Tidar dari kekuasaan para jin dan makhluk halus.
Setelah kekuatan penghalang disingkirkan, penyebaran Islam oleh Wali Songo periode pertama menjadi lancar. Syekh Subakir menjadi sangat terkenal dan dikagumi di kalangan para pendekar, penganut ilmu gaib ketika itu.
Karena ketenarannya dan merasa didewakan di tanah Jawa, pada tahun 1462 Masehi, Syekh Subakir pulang ke Persia, Iran. Dia pulang ke Persia, agar masyarakat tidak memujanya dan kembali kepada tauhid yang benar.
Lagi pula, Syekh Subakir harus pulang karena tugasnya untuk membersihkan tanah Jawa dari pengaruh negatif makhluk halus telah selesai. Setelah wafat, posisi Syekh Subakir digantikan oleh Wali Songo lainnya yaitu Sunan Kalijaga.
Diramu dari berbagai sumber.
(don)
Lihat Juga :