alexa snippet

Cerita Pagi

Karomah Habib Noh, Wali Allah dari Singapura

Karomah Habib Noh, Wali Allah dari Singapura
Makam Habib Noh di sebuah bukit di Palmer Road, Tanjong Pagar, Singapura. (Foto: http://sufiroad.blogspot.com)
A+ A-
Meski penduduk Singapura mayoritas beragama Nasrani, Negeri Malayu etnis China itu tetap melestarikan tradisi dan peninggalan  bersejarah kaum muslim.

Meski penduduk Singapura mayoritas memeluk agama Nasrani, Negeri Malayu yang berpenduduk mayoritas etnis China tetap melestarikan tradisi dan peninggalan  bersejarah kaum muslim.

Penuduk negara itu sangat menghormati makam kramat Sayyid Noh bin Mohammad Alhabshe, atau dikenal dengan sebutan Habib Noh.

Lebih dari seabad lamanya makam Habib Noh tetap berdiri kokoh dan terjaga  di Palmer Road, Tanjong Pagar, Singapura hingga kini.

Jika kita berdiri di ketinggian, akan terlihat bangunan makam yang dikelilingi taman asri, bersih dan tenteram. Burung-burung merpati bebas berterbangan atau bertengger di sekitarnya menambah kesejukan suasana di tengah kesibukan Bandar Raya Negeri Singa tersebut.

Makam Habib Noh ini dibangun pada 1890 oleh Syed Mohammad bin Ahmad Alsagoff. Untuk menuju  Bangunan di atas bukit itu, orang harus melalui 49 anak tangga. Di masa lalu, pemeliharaan tempat keramat itu dilakukan olah para sukarelawan.

Mereka orang-orang yang percaya dan mengharap berkah dari memelihara makam wali sakti itu. Baru pada tahun 1936, makam itu ditangani Dewan Muslim dan Hindu, yang akhirnya dialihkan kepada Muslim Cuoncil of Singapore (MUIS).

Siapa sebenarnya Habib Non yang dikenal memiliki karomah?


Habib Noh berasal dari Kedah, Semenanjung Malaysia. Dia ke Singapura, setelah Sir Stamford Raffles menduduki Malaysia. Habib Noh bahkan bermukim selama 30 tahun di Singapura sebelum akhirnya wafat. Selama hidupnya Habib Noh tetap sering berkeliling Malaysia, kebanyakan ke Johor Baru, untuk berdakwah.

Semasa hidupnya, Habib Noh dikenal sangat memperhatikan anak-anak serta orang miskin. Dia juga diketahui selalu memberikan anak-anak permen dan menyumbangkan uang untuk orang miskin. Karena itu Habib Noh dicintai penduduk Singapuran atau Malaysia, atau orang-orang yang mengenalnya.

Karena itu tidak aneh bila Habib Noh selalu dikelilingi banyak teman. Dia juga rajin berziarah kubur, berdoa untuk mereka yang sudah meninggal, meskipun tidak mengenalnya secara pribadi.

Menurut catatan, Habib Noh menikah dengan Anchik Hamidah yang berasal dari Provinsi Wellesly, Penang. Mereka memiliki seorang putri yang bernama Sharigah Badaniah. Kemudian Sharifah Badaniah menikah dengan Syed Mohammad bin Hasan Al-Shatri di Jelutong, Penang.

Dari pernikahan itu mereka memiliki seorang putri bernama Sharifah Ruqayah yang menikah dengan Syed Alwi bin Ali Al-Junaid. Dari pasangan inilah Habib Noh memperoleh lima cicit: Syed Abdurrahman, Syed Abdullah, Sharifah Muznah, Sharifah Zainah, dan Sharifah Zubaidah.

Habib Noh sendiri memiliki tiga orang adik laki-laki. Mereka adalah Habib Arifin, dan Habib Zain, keduanya meninggal di Penang. Sedangkan yang termuda Habib Salikin meninggal di Daik (?) Indonesia.
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top