Sesalkan Pernyataan Effendi Simbolon, Dandim Way Kanan: Kami Bukan Prajurit Gerombolan

Rabu, 14 September 2022 - 17:33 WIB
loading...
Sesalkan Pernyataan Effendi Simbolon, Dandim Way Kanan: Kami Bukan Prajurit Gerombolan
Dandim 0427/Way Kanan Letkol Inf Charluly Rudi Jatmiko menyesalkan pernyataan Effendi Simbolon yang menyebut TNI gerombolan. Foto: MPI/Yuswantoro Lampung
A A A
WAY KANAN - Pernyataan anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon , memicu kegaduhan di masyarakat. Khususnya para anggota TNI yang disebutnya sebagai "gerombolan" saat rapat bersama Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI, Senin lalu (5/9/2022).

Sejumlah pihak pun menyesalkan ada pernyataan tendensius yang muncul dari seorang anggota dewan yang terhormat.

Baca juga: KSAD Jenderal Dudung ketika TNI Disebut Gerombolan: Kami Punya Kehormatan dan Harga Diri!

Dandim 0427/Way Kanan Letkol Inf Charluly Rudi Jatmiko menilai, pernyataan Effendi Simbolon yang menyebut TNI layaknya gerombolan, selayaknya tidak keluar dari mulut seorang anggota DPR RI.



“Tak hanya menyebut TNI seperti gerombolan, Saudara Effendi Simbolon juga menyebut di dalam tubuh TNI terjadi pembangkangan dan disharmoni. Bahkan kami nilai, dia sangat merendahkan para pimpinan TNI, khususnya TNI AD dengan pernyataan seolah-olah pimpinan TNI AD tidak menghargai institusi legislatif DPR RI," ujar Dandim, Rabu (14/9/2022).

Pernyataan anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon menyebut TNI layaknya gerombolan, membuat banyak pihak geram. Pasalnya pernyataan menyudutkan TNI dengan mengatakan kelakuan TNI lebih-lebih dari organisasi masyarakat atau ormas ini melukai seluruh keluarga besar TNI dan berbagai komponen bangsa lainnya.

Baca juga: Sebut TNI Seperti Gerombolan, Effendi Simbolon Dilaporkan ke MKD

Dandim menambahkan, sebagai prajurit penerus perjuangan Jenderal Besar Sudirman, TNI berpegang teguh kepada pesan Bapak TNI tersebut. Beliau berpesan, pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita, jangan sampai TNI dikuasai oleh partai politik manapun juga. Ingatlah, bahwa prajurit kami bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokkan haluannya, kami masuk dalam tentara, karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara.

"Jadi saya tegaskan lagi, kami bukan prajurit gerombolan, kami pegang teguh 8 Wajib TNI, Sumpah Prajurit dan Sapta Marga. Saya meminta Effendi Simbolon segera meminta maaf secara terbuka kepada seluruh prajurit TNI," tegasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1085 seconds (10.55#12.26)