Karyawannya Ditemukan Tewas, Pabrik Tahu di Cibiuk Garut Tak Beroperasi
Selasa, 13 September 2022 - 04:45 WIB
loading...
Jenazah Rahmat alias Omat (45), warga Kecamatan Cihurip, dibawa aparat kepolisian ke rumah sakit untuk diperiksa, Senin (12/9/2022). Foto SINDOnews
A
A
A
GARUT - Operasional pabrik tahu di Kampung Dangdeur RT 04/RW 09, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut tutup setelah seorang karyawannya ditemukan meninggal tak wajar, Senin (12/9/2022). Karyawan bernama Rahmat alias Omat (45), warga Kecamatan Cihurip, meninggal dengan kondisi telinga dan mulut mengeluarkan darah segar pada Senin pukul 02.30 WIB.
"Tak ada aktivitas produksi di pabrik tahu karena kasus penemuan mayat di mess yang berada persis di belakang pabrik. Selain itu, lokasi itu sudah dipasangi garis polisi. Jadi harus steril karena menjadi tempat penyelidikan kepolisian," kata Kepala Desa Majasari Yadi Slamet Riyadi. Baca juga: Perajin Tahu dan Tempe di Wilayah Penyangga DKI Pertanyakan Subsidi Kedelai
Yadi sendiri mendapat laporan terkait penemuan jenazah Rahmat dari seorang warga yang menghubunginya pada dini hari. "Saat datang ke lokasi pada Senin subuh, polisi sudah di lokasi. Mess itu sudah dipasangi garis polisi," ujarnya.
Sementara itu, Babinsa Desa Majasari Sersan Satu Ajan Ramdani, mengatakan seluruh karyawan yang lain dan pemilik pabrik tahu dibawa ke Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan.
"Tak ada aktivitas produksi di pabrik tahu karena kasus penemuan mayat di mess yang berada persis di belakang pabrik. Selain itu, lokasi itu sudah dipasangi garis polisi. Jadi harus steril karena menjadi tempat penyelidikan kepolisian," kata Kepala Desa Majasari Yadi Slamet Riyadi. Baca juga: Perajin Tahu dan Tempe di Wilayah Penyangga DKI Pertanyakan Subsidi Kedelai
Yadi sendiri mendapat laporan terkait penemuan jenazah Rahmat dari seorang warga yang menghubunginya pada dini hari. "Saat datang ke lokasi pada Senin subuh, polisi sudah di lokasi. Mess itu sudah dipasangi garis polisi," ujarnya.
Sementara itu, Babinsa Desa Majasari Sersan Satu Ajan Ramdani, mengatakan seluruh karyawan yang lain dan pemilik pabrik tahu dibawa ke Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan.
Lihat Juga :