Kisah Penyamaran Putri Gayatri dari Singosari Ketika Ditawan Musuh di Kediri
Selasa, 13 September 2022 - 05:54 WIB
loading...
A
A
A
Karena tak ada kecurigaan, pihak musuh tidak pernah mempertanyakan lebih jauh asal usul Gayatri. Singaktnya, dia menyamar sambil mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.
Setelah menghancurkan istana Singasari, Jayakatwang terus memburu pasukan yang masih tersisa. Pangeran Wijaya yang terpaksa mundur ke Sungai Brantas juga dikejar. Terdesak pasukan Jayakatwang, Pangeran Wijaya bersama pengikut setianya harus bertaruh nyawa menyeberan Sungai Berantas. Di sini sang pangeran menelan kenyataan pahit. Sebagian besar pasukannya yang tak seberapa jumlahnya tenggelam terseret arus di sungai ini.
Sebagian lagi berhasil ditangkap oleh pasukan Jayakatwang. Sisanya yang berhasil menyeberang, lari kocar-kacir menyelamatkan dirinya dari kejaran pasukan Jayakatwang. Pangeran Wijaya sendiri sedikit beruntung. Ia diselamatkan oleh seorang kepala desa yang memberinya tumpangan perlindungan, makan dan minum. Sang pangeran disembunyikan oleh kepala desa tersebut dari musuh-musuh yang masih berkeliaran mengejar Pangeran Wijaya.
Merasa tidak nyaman, Pangeran Wijaya akhirnya memutuskan kabur ke Pulau Madura. Di sana, dia menemui Bupati Madura Arya Wiraraja. Bupati ini sebelumnya merupakan pejabat istana Singasari yang dilengser oleh Kertanagara. Arya Wiraraja sosok yang licik dan suka berkomplot ke sana kemari. Baca juga: Gayatri Rajapatni Wafat, Raja Majapahit Hayawurung Gelar Perayaan Tujuh Hari 7 Malam
Di hadapan Pangeran Wijaya dia menyatakan komitmennya membantu Pangeran Wijaya merebut kembali kekuasaan dari Raja Jayakatwang. Namun, ternyata itu hanya ucapan di mulut. Sebab, satu sisi Arya Wiraraja sebenarnya memiliki hubungan baik dengan Jayakatwang. Sisi lain, dia memiliki ambisi pribadi. Sikapnya tidak konsisten, tergantung situasi mana yang menguntungkan dirinya.
Pada akhirnya, demi keuntungan dirinya, Pangeran Wijaya diputuskan oleh Arya Wiraraja menyerahkan diri kepada Jayakatwang. Arya Wiraraja sendiri bersedia menjadi insiator dan fasilitator penyerahan diri itu. Ia kemudian meminta Jayakatwang untuk menyambut penyerahan sang menantu Kertanagara ini.
Setelah menghancurkan istana Singasari, Jayakatwang terus memburu pasukan yang masih tersisa. Pangeran Wijaya yang terpaksa mundur ke Sungai Brantas juga dikejar. Terdesak pasukan Jayakatwang, Pangeran Wijaya bersama pengikut setianya harus bertaruh nyawa menyeberan Sungai Berantas. Di sini sang pangeran menelan kenyataan pahit. Sebagian besar pasukannya yang tak seberapa jumlahnya tenggelam terseret arus di sungai ini.
Sebagian lagi berhasil ditangkap oleh pasukan Jayakatwang. Sisanya yang berhasil menyeberang, lari kocar-kacir menyelamatkan dirinya dari kejaran pasukan Jayakatwang. Pangeran Wijaya sendiri sedikit beruntung. Ia diselamatkan oleh seorang kepala desa yang memberinya tumpangan perlindungan, makan dan minum. Sang pangeran disembunyikan oleh kepala desa tersebut dari musuh-musuh yang masih berkeliaran mengejar Pangeran Wijaya.
Merasa tidak nyaman, Pangeran Wijaya akhirnya memutuskan kabur ke Pulau Madura. Di sana, dia menemui Bupati Madura Arya Wiraraja. Bupati ini sebelumnya merupakan pejabat istana Singasari yang dilengser oleh Kertanagara. Arya Wiraraja sosok yang licik dan suka berkomplot ke sana kemari. Baca juga: Gayatri Rajapatni Wafat, Raja Majapahit Hayawurung Gelar Perayaan Tujuh Hari 7 Malam
Di hadapan Pangeran Wijaya dia menyatakan komitmennya membantu Pangeran Wijaya merebut kembali kekuasaan dari Raja Jayakatwang. Namun, ternyata itu hanya ucapan di mulut. Sebab, satu sisi Arya Wiraraja sebenarnya memiliki hubungan baik dengan Jayakatwang. Sisi lain, dia memiliki ambisi pribadi. Sikapnya tidak konsisten, tergantung situasi mana yang menguntungkan dirinya.
Pada akhirnya, demi keuntungan dirinya, Pangeran Wijaya diputuskan oleh Arya Wiraraja menyerahkan diri kepada Jayakatwang. Arya Wiraraja sendiri bersedia menjadi insiator dan fasilitator penyerahan diri itu. Ia kemudian meminta Jayakatwang untuk menyambut penyerahan sang menantu Kertanagara ini.
Lihat Juga :