Ritual Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Talaga Manggung di Majalengka

Senin, 12 September 2022 - 16:52 WIB
loading...
Ritual Pencucian Benda...
Benda pusaka Kerajaan Talaga Manggung dibersihkan. Foto: Iin/SINDOnews
A A A
MAJALENGKA - Jika pada umumnya pencucian pusaka peninggalan kerajaan dilakukan pada bulan Maulid atau Robiul Awal (hitungan bulan dalam tahun Hijriyah), tidak demikian dengan yang dilakukan keluarga Kerajaan Talaga Manggung, di Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka.

Di sini, keturunan kerajaan tersebut melakukan pencucian atau dalam bahasa lokal disebut nyiramkeun pusaka satu bulan lebih cepat, yakni bulan safar. Ratusan peninggalan masa kerajaan tempo dulu itu, dicuci dengan menggunakan air dari sumber 'khusus.'

Salah satu leluarga besar keturunan dari Kerajaan Talaga, Teten Wilman mengatakan, pihak keluarga sudah rutin menggelar tradisi tersebut secara turun temurun.

Baca juga: Dikritik Tidak Terurus, Benda-benda Pusaka Keraton Kasepuhan Dibersihkan

"Waktunya (nyiramkeun pusaka) itu pasti hari Senin, bulan Safar. Tanggalnya, tanggal belasan yang terakhir, di antara tanggal 13 atau 19. Waktunya pasti itu," kata Wilman seusai menggelar nyiramkeun pusaka, di museum Talaga Manggung, Senin (12/9/2022).

Ada beberapa tujuan dari dilaksanakannya nyiramkeun pusaka itu. Menjaga silaturahmi antar keluarga menjadi salah satu dari aktivitas itu.

"Intinya tujuan ini adalah silaturahmi sesama keturunan (Talaga Manggung). Tujuannya silaturahmi aja. Itung-itung memperingati leluhur kita," ungkap dia.

Di luar itu, nyiramkeun pusaka juga sebagai bentuk edukasi kepada generasi penerus. Sehingga, mereka bisa mengetahui sekaligus menggali nilai-nilai yang dipegang oleh kerajaan Talaga Manggung tempo dulu.

Baca: Ratusan Benda Pusaka Akan Dipamerkan di Rammang-Rammang

"Kita juga ingin memberi pengetahuan kepada masyarakat, bahwa di sini teh pernah ada sebuah kerajaan dan inilah bukti-buktinya," jelas dia

Tidak melulu senjata yang dicuci pada moment itu. Beberapa pusaka di antaranya juga berupa uang kuno.

"Benda pusaka banyak, ratusan, dengan berbagai jenis barang, dari mulai yang kuno, alat-alat senjata pribadi (seperti) keris, pedang dan lain sebagainya. Kemudian Goong renteng masih tersimpan cuma kondisinya udah tua sekali, pas ditabuh teh suaranya udah fals," beber dia.

Keluarga keturunan Kerajaan Talaga lainnya, TB Hasanuddin menilai, Kerajaan Talaga menjadi awal dari berdirinya Kabupaten Majalengka. "Tidak ada Majalengka kalau tidak ada Talaga Manggung," kata TB dalam sambutannya.

Baca: Nyangku, Tradisi Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Panjalu di Ciamis

Ditegaskannya, ritual pencucian pusaka semata-mata untuk menjaga kondisi dari benda peninggalan itu.

"Pusaka-pusaka itu bukan kami sembah, tapi kami jaga, kami siramkan untuk disimpan baik untuk anak-cucu kita mengenal sejarah," jelas Hasanuddin yang juga anggota DPR RI itu.

"Kita akan perbesar lagi museum. Saya yakin pusaka Talaga Manggung tersebar di mana-mana. Sudah siap dikumpulkan kembali. Ini bukan tempatnya bermain politik. Ini tempat bersama," tegas politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi berjanji, pemerintah akan memberi perhatian terhadap warisan leluhur yang memiliki nilai-nilai sejarah.

Baca: Misteri Pusaka-pusaka Kerajaan Mataram yang Dibuat dari Batu Meteor

"Jaga terus nilai-nilai budaya. Dipelihara. Menjadi penting juga nilai-nilai yang terkandung. Ini tempat sangat netral. Sebagai edukasi bagi generasi muda. Membantu mendorong agar tempat ini jadi tempat yang nyaman," papar dia.

Adapun air yang digunakan untuk mencuci pusaka itu berasal dari 9 titik yang dinilai memiliki sejarah tersendiri. Ke 9 titik itu yakni Gunung Bitung, Situ Sangiang, Cikiray, Wanaperih, Lemahabang, Regasari, Ciburuy, Cicamas dan Nunuk.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kirab Panji dan Mahkota...
Kirab Panji dan Mahkota Binokasih Akan Meriahkan Peringatan Hari Jadi Bogor ke-543
Kisah Kiai Betok, Pusaka...
Kisah Kiai Betok, Pusaka Sakti Kerajaan Demak yang Tewaskan Pembunuh Bayaran
Momen Dua Pusaka Sakti...
Momen Dua Pusaka Sakti Pangeran Diponegoro, Ada yang Keluarkan Kilatan Cahaya
Pembagian Benda dan...
Pembagian Benda dan Keris Pusaka Pangeran Diponegoro ke Keluarga saat Diasingkan
Masa Tenang Pilkada,...
Masa Tenang Pilkada, H Eman Suherman Habiskan Waktu Bersama Keluarga
Silahturahmi ke Tokoh...
Silahturahmi ke Tokoh Agama, Kegiatan H Eman Suherman di Masa Tenang Pilkada
Kolese Kanisius Gelar...
Kolese Kanisius Gelar Ekskursi Agama 2025 di Majalengka
Dosen FMIPA ITB Pelatihan...
Dosen FMIPA ITB Pelatihan Kompetensi Guru Kimia dan Siswa SMA di Majalengka
Menjelajahi Keindahan...
Menjelajahi Keindahan Desa Bantaragung, Majalengka Bersama Kiky Aprilia, Saksikan Rasa Authentic di MNCTV
Rekomendasi
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Berita Terkini
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved