Kronologi Mencekam Puluhan Preman Serang Apartemen Mewah di Pluit
Senin, 12 September 2022 - 16:30 WIB
loading...
Sekelompok preman bayaran serang dan rusak fasilitas apartemen mewah di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto/Tangkapan Layar
A
A
A
JAKARTA - Sebuah apartemen mewah yang berada di wilayah Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara diserang sekelompok orang yang diduga merupakan massa bayaran pada Senin (12/9/2022) pagi.
Penghuni apartemen Erlin mengatakan, penyerangan apartemen mewah itu dilakukan oleh sejumlah orang yang tidak dikenal ini pada Senin (12/9/2022) pagi. Saat itu, sekelompok orang tiba-tiba datang dan melakukan pengepungan. Baca juga: Penampakan Puluhan Preman Kepung Apartemen Mewah di Pluit Jakut
”Sekelompok masyarakat yang masuk ke sini katanya kelompok preman, mungkin menurut saya kelompok ini diajak oleh pengelola untuk membantu mengambil alih kantor yang ada di apartemen tersebut,” ucapnya.
Menurut Erlin, memang sebelumnya ada konflik antara penghuni dengan pengelola dan terjadilah keributan disini.”Kantor pengelola sudah dikuasi oleh warga penghuni disini, adanya konflik ini maka terjadi keributan ini,” ungkapnya.
Sementara itu salah satu penghuni Yusuf Rusly (68) mengatakan konflik yang terjadi antara penghuni dan pengelola berkaitan dengan iuran pengelolaan lingkungan (IPL) yang dinaikkan pengelola secara sepihak.
Penghuni apartemen Erlin mengatakan, penyerangan apartemen mewah itu dilakukan oleh sejumlah orang yang tidak dikenal ini pada Senin (12/9/2022) pagi. Saat itu, sekelompok orang tiba-tiba datang dan melakukan pengepungan. Baca juga: Penampakan Puluhan Preman Kepung Apartemen Mewah di Pluit Jakut
”Sekelompok masyarakat yang masuk ke sini katanya kelompok preman, mungkin menurut saya kelompok ini diajak oleh pengelola untuk membantu mengambil alih kantor yang ada di apartemen tersebut,” ucapnya.
Menurut Erlin, memang sebelumnya ada konflik antara penghuni dengan pengelola dan terjadilah keributan disini.”Kantor pengelola sudah dikuasi oleh warga penghuni disini, adanya konflik ini maka terjadi keributan ini,” ungkapnya.
Sementara itu salah satu penghuni Yusuf Rusly (68) mengatakan konflik yang terjadi antara penghuni dan pengelola berkaitan dengan iuran pengelolaan lingkungan (IPL) yang dinaikkan pengelola secara sepihak.
Lihat Juga :