Kisah Mpu Sindok, Pendiri Kerajaan Medang Mataram yang Memindahkan Pusat Pemerintahan ke Jawa Timur
Senin, 12 September 2022 - 04:52 WIB
loading...
A
A
A
Pada kuartal pertama abad 10, ibu kota Medang Mataram berada di Watu Galuh, diperkirakan sekarang berada di wilayah Kabupaten Jombang. Agama yang dianut pada masa Kerajaan Medang Mataram adalah Syiwabuddha.
Aliran Syiwabuddha ini, merupakan aliran keagaman yang mulai muncul di Medang Mataram semasa diimpin Rakai Pikatan Dyah Saladu tahun 847-855 Masehi. Mpu Sindok merupakan keturunan Wangsa Sanjaya, pendiri kerajaan Medang Mataram periode Jawa bagian Tengah.
Baca juga: Gempa Mentawai, 5.756 Orang Mengungsi dan 22 Bangunan Rusak
Ada pula yang berpendapat Mpu Sindok merupakan cucu Raja Daksa yang memerintah sekitar tahun 910 Masehi. Mpu Daksa memperkenalkan pemakaian Sanjayawarsa atau kalender Sanjaya, untuk menunjukkan dirinya keturunan asli Sanjaya.
Sebelum menempati Watugaluh, pusat Kerajaan Medang Mataram, sempat berada di wilayah Tamwlang. Tamwlang dan Watugaluh, lokasinya diperkirakan berada di wilayah Kediri sampai Madiun. Di mana, di masa Kerajaan Majapahit, wilayah tersebut masuk dalam Kerajaan Wengker.
Dari silsilah yang muncul di Prasasti Pucangan, Mpu Sindok disebut memiliki putri bernama Sri Itsyanatunggawijaya yang menikah dengan pangeran dari Kerajaan Bedahulu atau Bali bernama Sri Lokapala. Keduanya memerintah Medang Mataram, menggantikan Mpu Sindok.
![Kisah Mpu Sindok, Pendiri Kerajaan Medang Mataram yang Memindahkan Pusat Pemerintahan ke Jawa Timur]()
Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Mataram. Foto/Tangkapan Layar dari Buku Pararaton: Wangsa Itsyana Mpu Sendok dan Kerajaan Kahuripan
Aliran Syiwabuddha ini, merupakan aliran keagaman yang mulai muncul di Medang Mataram semasa diimpin Rakai Pikatan Dyah Saladu tahun 847-855 Masehi. Mpu Sindok merupakan keturunan Wangsa Sanjaya, pendiri kerajaan Medang Mataram periode Jawa bagian Tengah.
Baca juga: Gempa Mentawai, 5.756 Orang Mengungsi dan 22 Bangunan Rusak
Ada pula yang berpendapat Mpu Sindok merupakan cucu Raja Daksa yang memerintah sekitar tahun 910 Masehi. Mpu Daksa memperkenalkan pemakaian Sanjayawarsa atau kalender Sanjaya, untuk menunjukkan dirinya keturunan asli Sanjaya.
Sebelum menempati Watugaluh, pusat Kerajaan Medang Mataram, sempat berada di wilayah Tamwlang. Tamwlang dan Watugaluh, lokasinya diperkirakan berada di wilayah Kediri sampai Madiun. Di mana, di masa Kerajaan Majapahit, wilayah tersebut masuk dalam Kerajaan Wengker.
Dari silsilah yang muncul di Prasasti Pucangan, Mpu Sindok disebut memiliki putri bernama Sri Itsyanatunggawijaya yang menikah dengan pangeran dari Kerajaan Bedahulu atau Bali bernama Sri Lokapala. Keduanya memerintah Medang Mataram, menggantikan Mpu Sindok.

Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Mataram. Foto/Tangkapan Layar dari Buku Pararaton: Wangsa Itsyana Mpu Sendok dan Kerajaan Kahuripan
Lihat Juga :