Ketua DPW Perindo DIY Minta Alokasi APBD dan Dana Keistimewaan Fokus Atasi Kemiskinan
Sabtu, 03 September 2022 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu tujuan diterbitkannya UU Keistimewaan, kata Yuni, untuk menyejahterakan masyarakat Yogyakarta sesuai dengan yang tertulis di Pasal 5 Ayat 1 UU Keistimewaan. Hal itu sejalan dengan yang disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam Sapa Aruh pada 31 Agustus lalu bahwa dana istimewa bisa dipakai untuk pengentasan kemiskinan secara spesifik melalui kalurahan/kelurahan.
“Sudah waktunya untuk mengalokasikan APBD dan Dana Keistimewaan agar fokusnya untuk upaya mengatasi kemiskinan di DIY. Ini kan sejalan dengan keinginan Ngarsa Dalem, penggunaan Danais bisa dipakai untuk pengentasan kemiskinan di DIY dengan berbagai cara. Pesan dari Ngarsa Dalem ini seharusnya segera diterjemahkan oleh OPD di bawahnya,” kata Yuni.
Permasalahan kemiskinan ini harus segera dicarikan solusinya. "Angkanya harus segera diturunkan sebelum nanti terjadi masalah-masalah sosial lainnya yang disebabkan karena tingginya angka kemiskinan,” sambungnya. Baca juga: Perindo Jateng Gelar Bimtek untuk Perkuat Visi Misi Wujudkan Indonesia Sejahtera
Yuni juga menyampaikan, ada tiga pilar utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di DIY yaitu Kraton, Kampus, dan Kampung. Bersinerginya tiga pilar ini akan memunculkan satu upaya bersama untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di DIY.
“Harapannya akan muncul solusi-solusi untuk mengatasi kemiskinan di DIY. Namun terpenting, adanya keberpihakan untuk menyelesaikan persoalan ini dengan serius,” ujarnya.
“Sudah waktunya untuk mengalokasikan APBD dan Dana Keistimewaan agar fokusnya untuk upaya mengatasi kemiskinan di DIY. Ini kan sejalan dengan keinginan Ngarsa Dalem, penggunaan Danais bisa dipakai untuk pengentasan kemiskinan di DIY dengan berbagai cara. Pesan dari Ngarsa Dalem ini seharusnya segera diterjemahkan oleh OPD di bawahnya,” kata Yuni.
Permasalahan kemiskinan ini harus segera dicarikan solusinya. "Angkanya harus segera diturunkan sebelum nanti terjadi masalah-masalah sosial lainnya yang disebabkan karena tingginya angka kemiskinan,” sambungnya. Baca juga: Perindo Jateng Gelar Bimtek untuk Perkuat Visi Misi Wujudkan Indonesia Sejahtera
Yuni juga menyampaikan, ada tiga pilar utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di DIY yaitu Kraton, Kampus, dan Kampung. Bersinerginya tiga pilar ini akan memunculkan satu upaya bersama untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di DIY.
“Harapannya akan muncul solusi-solusi untuk mengatasi kemiskinan di DIY. Namun terpenting, adanya keberpihakan untuk menyelesaikan persoalan ini dengan serius,” ujarnya.
(don)
Lihat Juga :