Misteri Kerajaan Kanjuruhan, Tertua di Jatim dan Berlokasi di Malang
Sabtu, 03 September 2022 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Prasasti Dinoyo ini ditemukan tak jauh dari aliran Sungai Metro. Sementara salah satu bangunan peninggalan di masa Kanjuruhan, adalah Candi Badut yang lokasinya juga berada di aliran Sungai Metro.
Pada prasasti Dinoyo disebutkan, ada raja bernama Raja Dewasimha, kemudian setelah meninggal digantikan sang raja yang bernama Sang Liswa. Liswa inilah yang akhirnya mendapat gelar Gajayana.
Di masa kepemimpinan Gajayana, kerajaan ini mengalami masa kejayaan. Kekuasaan kerajaan meliputi lereng timur dan barat Gunung Kawi, bahkan sisi timur kekuasaannya mencapai ke area Pegunungan Tengger Semeru. Kemudian ke sisi utara hingga mencapai pesisir Laut Jawa. Sementara di wilayah selatan kekuasannya mencapai pantai selatan Pulau Jawa.
Baca juga: Mahasiswi Cantik Tewas Tanpa Baju Terjun dari Lantai 9 Apartemen, Diduga Akibat Persoalan Percintaan
Usai Raja Gajayana meninggal, Kerajaan Kanjuruhan kemudian dipimpin oleh Pangeran Jananiya. Pangeran Jananiya sendiri merupakan menantu dari Raja Gajayana, ia menikah dengan satu-satunya anak dari Raja Gajayana bernama Uttejana. Kedua pasang suami istri ini memimpin kerajaan dengan penuh kebijaksanaannya.
Kemunduran Kerajaan Kanjuruhan terjadi setelah tahun 847 Masehi, di mana Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah mengembangkan kekuasaannya. Perluasan kekuasaan Kerajaan Mataram ini, di bawah perintah Sri Maharaja Rakai Pikatan Dyah Saladu.
Pada prasasti Dinoyo disebutkan, ada raja bernama Raja Dewasimha, kemudian setelah meninggal digantikan sang raja yang bernama Sang Liswa. Liswa inilah yang akhirnya mendapat gelar Gajayana.
Di masa kepemimpinan Gajayana, kerajaan ini mengalami masa kejayaan. Kekuasaan kerajaan meliputi lereng timur dan barat Gunung Kawi, bahkan sisi timur kekuasaannya mencapai ke area Pegunungan Tengger Semeru. Kemudian ke sisi utara hingga mencapai pesisir Laut Jawa. Sementara di wilayah selatan kekuasannya mencapai pantai selatan Pulau Jawa.
Baca juga: Mahasiswi Cantik Tewas Tanpa Baju Terjun dari Lantai 9 Apartemen, Diduga Akibat Persoalan Percintaan
Usai Raja Gajayana meninggal, Kerajaan Kanjuruhan kemudian dipimpin oleh Pangeran Jananiya. Pangeran Jananiya sendiri merupakan menantu dari Raja Gajayana, ia menikah dengan satu-satunya anak dari Raja Gajayana bernama Uttejana. Kedua pasang suami istri ini memimpin kerajaan dengan penuh kebijaksanaannya.
Kemunduran Kerajaan Kanjuruhan terjadi setelah tahun 847 Masehi, di mana Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah mengembangkan kekuasaannya. Perluasan kekuasaan Kerajaan Mataram ini, di bawah perintah Sri Maharaja Rakai Pikatan Dyah Saladu.
Lihat Juga :