Bupati Luwu Utara Ingatkan Kabupaten Jadi Sehat Tanggung Jawab Bersama
Jum'at, 02 September 2022 - 22:58 WIB
loading...
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, kembali mengingatkan kepada semua pihak bahwa untuk mewujudkan Luwu Utara sebagai Kabupaten Sehat, dibutuhkan kerja-kerja kolaboratif. Foto: Istimewa
A
A
A
LUWU UTARA - Bupati Luwu Utara , Indah Putri Indriani, kembali mengingatkan kepada semua pihak bahwa untuk mewujudkan Luwu Utara sebagai Kabupaten Sehat, dibutuhkan kerja-kerja kolaboratif dan sinergi antarsemua pihak.
Tak hanya itu, komitmen seluruh stakeholder menjadi sangat penting dalam memenuhi semua persyaratan dari sembilan tatanan yang ditentukan.
Baca Juga: Pemkab Luwu Utara Dukung Program Digitalisasi Keuangan
“Jadi, tinggal komitmen, kemudian bekerja, termasuk mengumpulkan data yang dibutuhkan,” kata Indah saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pembina Kabupaten Sehat Luwu Utara , di Hotel Bukit Indah, Masamba, Kamis (1/9/2022).
Indah Putri Indriani mengatakan, prinsip penyelenggaraan Kabupaten Sehat tahun ini sifatnya top down support, yaitu dimulai dari komitmen pimpinan.
“Komitmen ini menjadi sangat penting, di mana top down support ini harus dimulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, sampai kepada Kepala Perangkat Daerah (PD),” terangnya.
Setelah itu, lanjut dia, barulah berbicara tentang prinsip penyelenggaraan yang bersifat bottom-up approach, yaitu pendekatan yang dimulai dari bawah.
Tak hanya itu, komitmen seluruh stakeholder menjadi sangat penting dalam memenuhi semua persyaratan dari sembilan tatanan yang ditentukan.
Baca Juga: Pemkab Luwu Utara Dukung Program Digitalisasi Keuangan
“Jadi, tinggal komitmen, kemudian bekerja, termasuk mengumpulkan data yang dibutuhkan,” kata Indah saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pembina Kabupaten Sehat Luwu Utara , di Hotel Bukit Indah, Masamba, Kamis (1/9/2022).
Indah Putri Indriani mengatakan, prinsip penyelenggaraan Kabupaten Sehat tahun ini sifatnya top down support, yaitu dimulai dari komitmen pimpinan.
“Komitmen ini menjadi sangat penting, di mana top down support ini harus dimulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, sampai kepada Kepala Perangkat Daerah (PD),” terangnya.
Setelah itu, lanjut dia, barulah berbicara tentang prinsip penyelenggaraan yang bersifat bottom-up approach, yaitu pendekatan yang dimulai dari bawah.
Lihat Juga :