Kasus HIV/AIDS Marak, Tokoh Jabar Ingatkan Pentingnya Iman dan Adab
Rabu, 31 Agustus 2022 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Iwan, ilmu agama dan ilmu adab sangat penting. Jika kedua ilmu tersebut dipahami, maka setiap anak pun akan memiliki iman dan adab yang baik.
"Jika si anak telah paham tentang ilmu adab dan ilmu agama, maka untuk mendekati hal yang membahayakan dirinya, seperti seks bebas atau narkoba yang jadi cikal bakal HIV/AIDS bisa dicegah atas dasar nilai-nilai iman dan adab yang diajarkan," jelasnya.
Lebih lanjut Iwan mengatakan, perlindungan anak secara intensif harus dilakukan sejak dini. Pasalnya, kasus HIV/AIDS juga bisa terjadi akibat hubungan sesama jenis dari anak-anak yang sebelumnya pernah menjadi korban asusila.
Berdasarkan data, lanjut mantan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar ini, anak-anak yang sempat jadi korban sodomi, ketika besar tak sedikit yang juga menjadi pelaku, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dari instansi terkait.
"Di Jawa Barat kita kenal ada DP3AKB dan P2TP2A yang menangani masalah ini. Kinerja dinas dan lembaga ini harus kita acungi jempol, namun juga harus kita dukung dalam membantu proses pendampingan para korban asusila," tuturnya.
Upaya pendampingan penting dilakukan, agar para korban asusila ini tidak memiliki perilaku seks yang menyimpang selain dengan terus memberikan semangat secara psikologis dan pendidikan agama.
Adapun bagi mereka yang sudah tertular HIV, kata Iwan, untuk tahap awal memang ada metode untuk menekan penyebarannya, yakni melalui penggunaan obat Antiretroviral (ARV) yang bisa didapatkan gratis dan mudah di Puskesmas.
"Jika si anak telah paham tentang ilmu adab dan ilmu agama, maka untuk mendekati hal yang membahayakan dirinya, seperti seks bebas atau narkoba yang jadi cikal bakal HIV/AIDS bisa dicegah atas dasar nilai-nilai iman dan adab yang diajarkan," jelasnya.
Lebih lanjut Iwan mengatakan, perlindungan anak secara intensif harus dilakukan sejak dini. Pasalnya, kasus HIV/AIDS juga bisa terjadi akibat hubungan sesama jenis dari anak-anak yang sebelumnya pernah menjadi korban asusila.
Berdasarkan data, lanjut mantan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar ini, anak-anak yang sempat jadi korban sodomi, ketika besar tak sedikit yang juga menjadi pelaku, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dari instansi terkait.
"Di Jawa Barat kita kenal ada DP3AKB dan P2TP2A yang menangani masalah ini. Kinerja dinas dan lembaga ini harus kita acungi jempol, namun juga harus kita dukung dalam membantu proses pendampingan para korban asusila," tuturnya.
Upaya pendampingan penting dilakukan, agar para korban asusila ini tidak memiliki perilaku seks yang menyimpang selain dengan terus memberikan semangat secara psikologis dan pendidikan agama.
Adapun bagi mereka yang sudah tertular HIV, kata Iwan, untuk tahap awal memang ada metode untuk menekan penyebarannya, yakni melalui penggunaan obat Antiretroviral (ARV) yang bisa didapatkan gratis dan mudah di Puskesmas.
Lihat Juga :