Kasus HIV/AIDS Marak, Tokoh Jabar Ingatkan Pentingnya Iman dan Adab
Rabu, 31 Agustus 2022 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
"Saya juga berterima kasih kepada Kementrian Kesehatan yang menyediakan obat ini secara gratis. Hanya saja, jika tidak rutin meminumnya, maka dikhawatirkan virusnya menyebar dan sulit dikendalikan. Kalau sudah begini, penderita harus mengonsumsi obat impor dengan biaya puluhan juta per bulannya," katanya.
Iwan yang juga seorang Nahdlyin ini pun memberikan informasi terkait metode pencegahan penyebaran HIV pada tubuh penderitanya, yakni dengan metode yang diterapkan di Pesantren Abah Anom di Tasikmalaya.
Melalui metode Thariqah Qodiriah Naqsabandiyah (TQN), para penderita HIV bisa memiliki harapan hidup lebih lama. Selain mendapat harapan hidup lebih, mereka juga dipastikan mendapatkan pendidikan agama yang baik.
"Ini pun berlaku bagi pecandu narkoba yang susah berhenti. Apalagi, jarum suntik narkoba adalah salah satu cara penyebaran tercepat virus HIV ini," tandasnya.
Diketahui, fenomena HIV/AIDS kini tengah menghebohkan masyarakat Kota Bandung dimana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bandung membeberkan fakta bahwa dari 5.943 kasus positif HIV di Bandung selama periode 1991-2021, 11 persen di antaranya menjangkiti ibu rumah tangga (IRT).
Salah satu pemicunya adalah suami yang melakukan hubungan seks tidak menggunakan pengaman dengan pekerja seks. Selain IRT, 6,9 persen atau 414 kasus terjadi pada mahasiswa.
Iwan yang juga seorang Nahdlyin ini pun memberikan informasi terkait metode pencegahan penyebaran HIV pada tubuh penderitanya, yakni dengan metode yang diterapkan di Pesantren Abah Anom di Tasikmalaya.
Melalui metode Thariqah Qodiriah Naqsabandiyah (TQN), para penderita HIV bisa memiliki harapan hidup lebih lama. Selain mendapat harapan hidup lebih, mereka juga dipastikan mendapatkan pendidikan agama yang baik.
"Ini pun berlaku bagi pecandu narkoba yang susah berhenti. Apalagi, jarum suntik narkoba adalah salah satu cara penyebaran tercepat virus HIV ini," tandasnya.
Diketahui, fenomena HIV/AIDS kini tengah menghebohkan masyarakat Kota Bandung dimana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bandung membeberkan fakta bahwa dari 5.943 kasus positif HIV di Bandung selama periode 1991-2021, 11 persen di antaranya menjangkiti ibu rumah tangga (IRT).
Salah satu pemicunya adalah suami yang melakukan hubungan seks tidak menggunakan pengaman dengan pekerja seks. Selain IRT, 6,9 persen atau 414 kasus terjadi pada mahasiswa.
(msd)
Lihat Juga :