Miris! Rivalitas Kebablasan, 2 Nyawa Suporter PSS Sleman Melayang selama Agustus

Senin, 29 Agustus 2022 - 21:41 WIB
loading...
Miris! Rivalitas Kebablasan, 2 Nyawa Suporter PSS Sleman Melayang selama Agustus
Pengeroyokan hingga tewas yang menimpa suporter PSS Sleman, Aditya Eka Putradana akhirnya terungkap pelakunya. Polres Sleman menetapkan 12 orang tersangka. Foto/MPI/Erfan Erlin
A A A
SLEMAN - Kelompok pengeroyok dan menganiaya suporter PSS Sleman yang mengakibatkan Aditya Eka Putranda meninggal dunia berasal dari kelompok suporter lain beda klub asal DIY. Polisi menyebut ada dua motif dalam peristiwa penganiayaan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Ronny Prasadana mengungkap, sebelum menyerang rombongan korban, kelompok pelaku ada yang berteriak dan menyebut jika mereka berasal dari pendukung klub sepak bola lain di DIY.

Baca juga: Ini Penampakan 12 Tersangka Pengeroyok Suporter PSS Sleman hingga Tewas

Hal tersebut juga ditandaskan oleh Ronny ketika menjawab pertanyaan wartawan dalam sesi wawancara.

"Ya, dari (menyebut kelompok suporter lain di DIY)," tandas Ronny.

Ronny menyebut berdasarkan pemeriksaan, para pelaku mengaku sebelumnya pernah diserang oleh kelompok suporter yang kini anggotanya mereka aniaya hingga menyebabkan salah satunya meninggal dunia.

Kendati demikian, kelompok korban ketika diperiksa mengaku tidak pernah melakukan penyerangan sebelumnya. Mereka hanya menonton sepak bola kemudian pulang ke rumahnya. Sehingga kelompok korban tidak tahu apa-apa berkaitan dengan penyerangan tersebut.

"Kami masih dalami itu. Saat ini kami sedang mendalami kasus ini dan berniat menuntaskan hingga ke akar masalah," tandasnya.

Baca juga: Ini Peran 12 Pelaku Pengeroyokan Brutal yang Tewaskan Suporter PSS Sleman

Kini polisi masih mendalami kronologi munculnya kalimat yang menyebut kelompok suporter di Jogja dari salah satu tersangka. Karena hal tersebut ternyata menjadi salah satu pemicu terjadinya penganiayaan tersebut.

Selain itu, dalam pemeriksaan ternyata beberapa pelaku penganiayaan juga merupakan residivis kasus yang sama. Beberapa pelaku penganiayaan di palang pintu kereta api Gamping pernah diamankan polisi karena melakukan kekerasan menggunakan senjata tajam.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2516 seconds (10.101#12.26)