Ketua Dewan Pakar DPP HKTI: Keanekaragaman Hayati Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 21:56 WIB
loading...
A
A
A
Mengacu pada data Global Hunger Indeks, tambahnya, Indonesia masih tertinggal 50 tahun dari negara maju. Karenanya itu, pakar HKTI ini mendorong agar Indonesia fokus pada peningkatan kapasitas pertanian untuk jangka panjang. Inovasi teknologi pertanian itu harus terus dilakukan, seperti yang dilakukan Jepang.
"Kenapa itu dilakukan karena lahan itu konstan, maka harus inovatif agar nilai tambahnya meningkat. Pertanian harus terintegrasi dengan industrialisasi, sehingga bisa meningkatkan nilai tambah per unit sumber daya alamnya,” bebernya.
Lanjut Agus, Indonesia perlu belajar dari apa yang telah dilakukan Jepang. Negara tersebut menggunakan pendekatan fungsionalitas dalam membangun ketahanan pangannya, bukan pendekatan komoditas. Baca juga: Dorong Produksi, Startup Ini Fasilitasi Petani dengan Pelatihan dan Sentra Pasca Panen
"Sementara kita masih menggunakan pendekatan komoditas. Pendekatan fungsionalitas itu bukan fokus pada beras, jagung dan lain lain, tetapi kita masuk misalnya ke protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral," tutupnya.
"Kenapa itu dilakukan karena lahan itu konstan, maka harus inovatif agar nilai tambahnya meningkat. Pertanian harus terintegrasi dengan industrialisasi, sehingga bisa meningkatkan nilai tambah per unit sumber daya alamnya,” bebernya.
Lanjut Agus, Indonesia perlu belajar dari apa yang telah dilakukan Jepang. Negara tersebut menggunakan pendekatan fungsionalitas dalam membangun ketahanan pangannya, bukan pendekatan komoditas. Baca juga: Dorong Produksi, Startup Ini Fasilitasi Petani dengan Pelatihan dan Sentra Pasca Panen
"Sementara kita masih menggunakan pendekatan komoditas. Pendekatan fungsionalitas itu bukan fokus pada beras, jagung dan lain lain, tetapi kita masuk misalnya ke protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :